Atlus Catat Laba Operasionalnya Naik 92%, Tegaskan Komitmen Hadirkan Game di Berbagai Platform
Kenaikan laba ini semakin menegaskan komitmen Atlus, untuk menghadirkan game-gamenya ke berbagai platform
Atlus menutup tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2026 dengan performa keuangan yang sangat positif. Dilansir dari Automaton Media, developer di balik franchise Persona tersebut berhasil mencatatkan kenaikan laba operasional sebesar 92,5% dibanding tahun sebelumnya, sementara laba bersih meningkat 74,2%.
Menariknya, pencapaian ini diraih meski Atlus tidak merilis game konsol baru berskala besar sepanjang periode tersebut. Dalam laporan keuangannya, Atlus menjelaskan bahwa strategi perilisan multiplatform menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut.
Salah satu contoh yang disorot adalah RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army, yang dirilis secara bersamaan di berbagai platform. Menurut Atlus, strategi tersebut berhasil memperluas jangkauan pemain, baik di Jepang maupun pasar internasional.
Selain itu, ekspansi franchise Persona juga turut memberikan kontribusi. Perilisan Persona 3 Reload untuk Nintendo Switch 2 membuka akses bagi lebih banyak pemain, sementara Persona 5: The Phantom X yang hadir di PC dan perangkat mobile semakin memperluas ekosistem seri tersebut. Berkat berbagai langkah tersebut, franchise Persona kini telah melampaui 30 juta kopi penjualan kumulatif di seluruh dunia.
Atlus juga menyoroti pencapaian Metaphor: ReFantazio, yang berhasil memenangkan penghargaan Game of the Year di Japan Game Awards 2025. Menurut perusahaan, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas kualitas game yang mereka kembangkan, tetapi juga semakin memperkuat nilai merek Atlus di mata industri dan para pemain.
Meski mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, Atlus mengakui bahwa industri game saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perusahaan menilai inflasi global, meningkatnya biaya pengembangan game, serta perubahan kondisi pasar membuat seluruh pelaku industri perlu terus beradaptasi agar dapat mempertahankan pertumbuhan bisnisnya.
Namun demikian, Atlus tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang. Dalam laporan keuangannya, perusahaan menyampaikan bahwa perkembangan distribusi digital telah menciptakan peluang baru untuk menghadirkan game dan layanan kepada pemain di seluruh dunia tanpa lagi bergantung pada satu perangkat atau platform tertentu.
“Diversifikasi model distribusi telah memungkinkan kami membangun lingkungan yang dapat menyediakan konten dan layanan secara global untuk jangka panjang, terlepas dari perangkat atau platform. Karena itu, kami tetap memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap pertumbuhan bisnis game kami,” tulis Atlus dalam laporan keuangannya.
Pernyataan tersebut semakin mempertegas perubahan strategi Atlus dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya banyak judul mereka identik dengan platform tertentu, kini perusahaan terlihat semakin aktif menghadirkan game secara serentak di berbagai ekosistem untuk menjangkau lebih banyak pemain di seluruh dunia.
Ke depan, Atlus juga telah menyiapkan sejumlah proyek besar. Persona 4 Revival dijadwalkan meluncur pada 18 Februari 2027, sementara Persona 6 masih belum memiliki tanggal rilis resmi. Dengan performa finansial yang terus meningkat serta komitmen memperluas jangkauan multiplatform, Atlus tampaknya semakin percaya diri menghadapi persaingan industri game di tahun-tahun mendatang.
Bagaimana menurut kalian? Apakah strategi multiplatform menjadi langkah terbaik bagi Atlus untuk membawa franchise seperti Persona ke lebih banyak pemain? Jangan lupa follow @direktorigim agar tetap update dengan berita video game lainnya!
#gaming #sega #atlus #persona #persona4 #persona4revival #metaphorrefantazio #raidouremastered




