Beberapa Studio Milik Xbox Kini Bernegosiasi untuk Menghindari Penutupan!
Ya, jadi masalah serius sih ini buat ketiga studio itu.
Kini kabar buruk terdengar di Xbox. Berdasarkan laporan dari jurnalis Bloomberg, Jason Schreier, beberapa studio di bawah naungan Xbox Game Studios saat ini sedang berada di ujung tanduk dan studio tersebut adalah Compulsion Games, Double Fine Productions, dan juga Ninja Theory.
Compulsion Games, Double Fine Productions, dan Ninja Theory dikabarkan tengah melakukan negosiasi aktif untuk melepaskan diri dari Microsoft. Langkah drastis ini terpaksa diambil sebagai jalan keluar agar mereka terhindar dari ancaman penutupan permanen.
Situasi yang paling ironis sepertinya tengah menimpa Ninja Theory. Laporan terpisah dari The Verge menyebutkan bahwa para staf di sana bahkan sudah menerima pemberitahuan soal rencana penutupan studio pada hari ini. Hal ini jelas mengejutkan, mengingat Ninja Theory baru saja memamerkan proyek game terbarunya, Senua, di panggung Xbox Game Showcase 2026 awal bulan lalu. Saat ini, mereka kabarnya sedang berusaha keras mencari pihak pembeli untuk menyelamatkan nasib studionya.
Di sisi lain, Kotaku yang awalnya melaporkan bahwa Compulsion Games akan ditutup, langsung memberikan update. Mereka mengonfirmasi bahwa para petinggi studio tersebut sebenarnya sedang berada di tahap negosiasi alot dengan pihak Xbox, meski detail kesepakatannya masih dirahasiakan.
Kalaupun beberapa studio ini pada akhirnya berhasil membeli kembali hak milik mereka dan berdiri sendiri, Schreier mencatat bahwa langkah penyelamatan ini kemungkinan besar tidak akan bisa mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara signifikan. Lewat unggahannya di Bluesky, Schreier juga memberi sinyal bahwa ancaman penutupan ini tidak hanya mengintai tiga studio tersebut.
Eksekusi perampingan ini kabarnya baru akan dilakukan setelah tahun fiskal Microsoft resmi ditutup pada 30 Juni mendatang.
Hal ini berkaitan erat dengan restrukturisasi besar-besaran yang sedang bergulir di internal Microsoft. Pekan lalu, CEO Xbox Asha Sharma merilis memo internal bertajuk “Next 100 Days: Xbox Reset” yang memang sudah mengindikasikan adanya efisiensi demi memperkuat posisi Xbox ke depannya. Sharma secara terang-terangan menyebutkan kalaubiaya operasional perusahaan terus membengkak akibat krisis komponen, serta mengakui kalau sistem manajemen studio mereka saat ini sudah terlalu “over-extended” alias di luar kapasitas optimal.
Kekacauan ini juga berdampak langsung pada jajaran eksekutif. Craig Duncan, sang kepala Xbox Game Studios, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya hari ini. Menurut laporan Bloomberg, keputusan mundurnya Duncan sebenarnya sudah diketok palu sejak minggu lalu, tepat sebelum rencana perampingan dan penutupan studio ini mulai digulirkan ke permukaan.
Bagaimana menurut kalian? Follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame terkini.




Apakah ini bisa di bilang goodvlan min ?