Brown Dust 2 Terpaksa Disensor di Korea Selatan karena Regulasi Setempat
Regulasi Korea Selatan Paksa Brown Dust 2 Sensor Sejumlah Kontennya
Developer Brown Dust 2, Neowiz dan GAMFS N, mengumumkan bahwa versi Korea Selatan dari game mereka akan mulai menerapkan sensor mulai 30 Juli. Pengumuman ini disampaikan melalui siaran darurat yang dipimpin langsung oleh sutradara Brown Dust 2, Jun-hee Lee, dengan menyusul keputusan regulator setempat yang mengharuskan beberapa konten di dalam game diubah agar sesuai dengan aturan yang berlaku.
Dua kostum yang terdampak adalah Palette - Shattered Dream dan Olivier - Retired Legend. Selain perubahan pada desain kostum, beberapa cutscene dan ilustrasi yang berkaitan dengan kedua karakter tersebut juga akan disesuaikan. Khusus untuk Olivier, secret event miliknya turut mengalami perubahan karena dianggap melanggar pedoman sensor di Korea Selatan.
Menurut Jun-hee Lee, regulator menilai sejumlah elemen visual yang menampilkan bagian tubuh tertentu, cairan tubuh yang berkaitan dengan organ reproduksi, serta adegan yang dianggap mengarah pada tindakan seksual tidak memenuhi ketentuan sensor yang berlaku. Menariknya, keputusan ini tetap diterapkan meskipun Brown Dust 2 telah memiliki rating 19+ di Korea Selatan.
Mulai sekarang, Brown Dust 2 juga akan memiliki build terpisah khusus Korea Selatan. Artinya, seluruh konten baru yang dirilis ke depannya akan mengikuti regulasi sensor setempat, sementara versi global tetap mempertahankan desain kostum dan konten aslinya tanpa perubahan.
Sebagai bentuk kompensasi, seluruh pemain akan menerima 4.000 Diamond secara gratis. Pemilik kostum yang terdampak juga memperoleh tambahan 2.000 Diamond untuk setiap kostum yang dimiliki.
Developer Brown Dust 2, bahkan membuka opsi refund penuh bagi pemain yang merasa keberatan dengan perubahan tersebut. Setiap kostum yang direfund akan diganti dengan 13.400 Diamond, sementara pemain yang memiliki kedua kostum dalam kondisi +5 Enhancement akan memperoleh hingga 160.800 Diamond, lengkap dengan seluruh material enhancement yang sebelumnya telah digunakan.
Ini bukan pertama kalinya Brown Dust 2 harus membuat penyesuaian untuk wilayah tertentu. Sebelumnya, developer juga pernah menyesuaikan beberapa konten untuk Jerman. Namun menurut Jun-hee Lee, situasi kali ini terasa jauh lebih berat karena game buatan Korea Selatan justru harus disensor di negara asalnya sendiri.
Ia mengungkapkan bahwa timnya sempat mempertimbangkan berbagai alternatif, termasuk menggunakan penyedia layanan lain. Namun karena tetap harus mematuhi hukum Korea Selatan, pilihan tersebut pada akhirnya tidak memungkinkan. Jika tetap mempertahankan konten asli, Brown Dust 2 berisiko tidak dapat beroperasi di negara tersebut, seperti yang sebelumnya pernah terjadi di Vietnam.
Demi memastikan para pemain di Korea Selatan tetap dapat menikmati game tersebut, tim akhirnya memilih untuk membuat versi terpisah dibanding harus kehilangan seluruh basis pemain domestiknya.
Brown Dust 2 saat ini tersedia untuk Android, iOS, dan PC melalui situs resminya.
Bagaimana menurut kalian? Apakah membuat versi khusus untuk satu negara merupakan solusi terbaik dibanding menyensor seluruh versi game? Jangan lupa follow @direktorigim agar tetap update dengan berita video game lainnya!
#browndust2 #gacha #mobilegames #neowiz #rpg #gamingnews #videogames #koreangames #android #direktorigim





