CEO NVIDIA Sebut SEGA Sebagai Penyelamat Bisnisnya di Era Dreamcast
Kali ini ada cerita menarik lagi dari NVIDIA bersama SEGA.
Mungkin sekarang NVIDIA sudah di kenal sebagai perusahaan teknologi terbesar dengan berbagai produk nya terutama seri RTX pada masa kini, namun apakah kalian tahu kalau NVIDIA sendiri memiliki hubungan yang begitu erat dengan SEGA?
Berdasarkan liputan dari AUTOMATON West pada acara yang berlangsung di GiGO Akihabara, Tokyo, CEO NVIDIA yaitu Jensen Huang membagikan kenangan masa lalunya bersama perusahaan pembuat game asal Jepang tersebut.
Jensen menyatakan bahwa perusahaan yang dia pimpin mungkin tidak akan bertahan hingga hari ini jika tidak ada bantuan dari SEGA.
Acara peringatan kemitraan 30 tahun ini dihadiri oleh 70 fan yang terpilih serta beberapa tokoh penting dari pihak SEGA. Para petinggi yang hadir mencakup CEO SEGA Haruki Satomi, COO SEGA Shuji Utsumi, mantan presiden SEGA Shoichiro Irimajiri, dan kreator legendaris Yu Suzuki.
Jensen yang tampil dengan jaket kulit khasnya kini mengenang kembali dampak besar dari game Daytona USA terhadap visi perusahaannya pada tahun 1994 silam. Pada masa itu, NVIDIA yang masih berada pada tahap awal berdirinya sedang berusaha merancang GPU untuk kebutuhan bermain game.
Pasar PC waktu itu belum memiliki judul 3D yang memadai, sehingga arcade center menjadi satu-satunya tempat untuk menikmati grafis 3D berkualitas tinggi. Jensen mengaku kalau dia sangat terpukau dengan mahakarya visual dari tim AM2 yang di pimpin oleh Yu Suzuki.
Visual ame balap tersebut mampu berjalan mulus pada 60fps dengan pemetaan tekstur yang sangat rapi pada zamannya. Pencapaian teknis dalam gamenya membuat NVIDIA terinspirasi dan bertekad kuat untuk bekerja sama dengan SEGA.
Harapan tersebut akhirnya terwujud ketika NVIDIA mendapat kepercayaan untuk mengembangkan GPU pada konsol penerus SEGA Saturn, yaitu Dreamcast. Sayangnya, proses pengembangannya berujung pada sebuah masalah besar.
Setelah berjalan sekitar sembilan bulan, NVIDIA menyadari bahwa teknologi yang sedang mereka rancang ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan arsitektur konsolnya. Jensen kemudian secara jujur menyampaikan situasi ini kepada Irimajiri dan mengakui bahwa timnya telah mengambil arah teknis yang keliru.
Proyek pembuatan GPU tersebut akhirnya tidak bisa dilanjutkan oleh pihak NVIDIA. Kondisi ini menempatkan nasib perusahaan di posisi yang sangat sulit karena mereka membutuhkan dana untuk tetap beroperasi.
Di tengah situasi krisis tersebut, Jensen memberanikan diri untuk meminta investasi langsung dari Irimajiri. Keputusan besar akhirnya diambil ketika pihak SEGA setuju untuk menyuntikkan dana demi menyelamatkan NVIDIA dari kebangkrutan.
Jensen meyakini bahwa Irimajiri masih melihat potensi besar di dalam NVIDIA walaupun mereka baru saja melakukan kesalahan pada proyek sebelumnya.
Bantuan finansial dari SEGA pada masa lalu itu menjadi kunci penting yang mengantarkan NVIDIA tumbuh menjadi salah satu perusahaan bernilai tinggi di dunia. Nilai saham perusahaannya pun telah menyentuh angka 5 triliun Dolar AS pada musim gugur tahun 2025 lalu.
Bagaimana menurut kalian dengan kisah dari mas Jensen Huang dengan SEGA ini? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita video game lainnya!







