Dan Houser saat ini masih sering dibandingkan dengan game-game Grand Theft Auto yang pernah ia kerjakan di Rockstar Games.
Namun, setelah membangun studio baru bernama Absurd Ventures, dia sendiri berharap proyek berikutnya bisa mendapat perhatian karena kualitasnya sendiri.
Dalam wawancara bersama Variety yang di kutip oleh GamesRadar+, Dan Houser mengatakan bahwa perbandingan dengan karya lamanya bisa menjadi pujian terbesar.
Meski begitu, ia ingin proyek barunya memiliki pengaruh dan kesuksesan tanpa harus bergantung dengan nama GTA.
“Saya tidak tahu apakah saya akan selalu dibandingkan dengan GTA. Di satu sisi, mungkin tidak ada pujian yang lebih besar dari itu. Namun, saya berharap beberapa hal yang kami buat bisa berhasil dengan caranya sendiri,” ujar Houser.
Houser meninggalkan Rockstar pada 2020. Setelah itu, dia mendirikan Absurd Ventures yang kini mengembangkan sejumlah proyek multimedia, termasuk beberapa game.
Setidaknya satu dari game tersebut disebut akan membawa format open-world.
Menurutnya, membuat karya yang bagus memang menjadi sebuah pencapaian. Namun, jika proyek barunya tidak memberikan dampak sebesar game sebelumnya, dia mengakui kalau hal tersebut tetap terasa mengecewakan.
Meskipun masih berada di bawah bayang-bayang GTA, Houser sendiri menyebut fokus utamanya bukan membuat karya yang pasti sukses. Dia ingin mengembangkan sesuatu yang bisa dibanggakan.
“Pekerjaan saya adalah membuat sesuatu yang bisa saya banggakan, bukan membuat sesuatu yang sukses,” kata Houser dalam wawancara tersebut.
Dia juga mengatakan bahwa terus mengejar kesuksesan bisa membuat kreator terjebak dalam karya masa lalunya sendiri.
Menurutnya, membuat apa pun tetap menjadi sebuah kesempatan istimewa, selama proses kreatifnya tidak berhenti.
Pengalaman mengerjakan GTA juga tidak selalu berjalan tanpa tekanan. Houser mengaku bahwa membuat game dalam salah satu franchise terbesar di industri videogame menghadirkan beban yang besar.
Untuk menghadapi tekanan tersebut, ia tetap berusaha mengembangkan setiap game dengan integritas sebanyak mungkin.
Houser kemudian menilai apakah hasil akhirnya terasa fresh dan menawarkan sesuatu yang baru.
“Ada banyak tekanan saat membuat game GTA. Namun, saya mencoba mengerjakannya dengan integritas sebanyak yang saya mampu, lalu membuat sesuatu yang bisa saya banggakan. Apakah game tersebut terasa fresh dan baru? Jika iya, biarkan hasil akhirnya berjalan sesuai arahnya,” jelas Houser.
Dan Houser juga tidak menganggap proyek yang kurang sukses sebagai kegagalan pribadi selama timnya sudah mengerjakan sesuatu dengan baik.
Baginya, keberhasilan komersial bukanlah satu-satunya ukuran dari kualitas sebuah karya.
“Kami tidak bisa terus berpikir, ‘Kalau ini bukan hal terbesar yang pernah ada, berarti saya gagal.’ Pada akhirnya, pekerjaan utamanya adalah proses kreatif, bukan apa yang dipikirkan pasar tentangnya,” ujar Houser.
Absurd Ventures saat ini masih belum mengungkapkan detail lengkap mengenai game-game yang sedang mereka kembangkan.
Namun, pendekatan Houser sendiri menunjukkan bahwa dia ingin membangun karya baru tanpa hanya mengulang formula atau reputasi dari masa lalunya di Rockstar.
Bagaimana menurut kalian dengan pandangan Dan Houser soal bayang-bayang GTA? Apakah kalian masih berharap game barunya memiliki gaya seperti karya-karyanya di Rockstar, atau ingin melihat arah yang benar-benar berbeda? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita video game lainnya!




