Dilansir dari Automaton West, Jin Fujisawa membagikan pelajaran penting yang ia dapat selama bekerja dengan Yuji Horii di Square Enix.
Fujisawa yang sebelumnya dikenal sebagai penulis skenario dan sutradara Dragon Quest IX dan Dragon Quest X, dulunya mengaku percaya bahwa kekuatan utama RPG ada di cerita. Namun Horii justru punya pendekatan berbeda. Menurut Horii, Dragon Quest bukan soal seberapa kuat skenarionya, tapi soal pengalaman yang dirasakan pemain.
Fokus utamanya adalah merancang momen yang bisa dirasakan secara personal, dan tidak hanya dari alur cerita yang sudah ditentukan.
Sebagai contoh, Fujisawa menyinggung momen memilih pasangan di Dragon Quest V: Hand of the Heavenly Bride. Bukan ceritanya yang jadi inti, tapi pengalaman pemain saat harus membuat pilihan tersebut, yang akhirnya menciptakan cerita unik bagi masing-masing orang.
Awalnya Fujisawa sempat sulit menerima cara pandang ini. Tapi seiring waktu, ia mulai memahami dan bahkan menerapkannya dalam karyanya sendiri. Ia melihat bagaimana Horii selalu berusaha menghadirkan kejutan dan pengalaman yang tidak terduga.
Pendekatan ini kini juga jadi fondasi dalam proyek yang ia kerjakan setelah keluar dari Square Enix, termasuk di studio yang ia pimpin saat ini.
Bagaimana menurut kalian? Jangan lupa follow DirektoriGim agar selalu update dengan berita terkini di industri video game.



