Forza Horizon 6 kali ini mendapatkan berbagai kritik mengenai komunitas di Jepang setelah sejumlah kreator itasha melaporkan tidak bisa lagi membagikan karya mereka di Creative Hub.
Dilansir dari AUTOMATON West dan AUTOMATON Japan, Kasus ini menjadi sorotan karena desain itasha sudah lama menjadi bagian dari komunitas Forza. Selain karya dengan karakter anime, desain yang memakai logo produsen suku cadang mobil juga disebut ikut menghilang dari Creative Hub.
Masalah serupa sebenarnya sudah muncul sekitar dua bulan lalu. Sejumlah kreator itasha populer memilih menurunkan karya mereka dan berhenti mengunggah desain baru setelah diduga terkena pembatasan untuk membagikan konten.
Gelombang report terbarunya disebut memiliki sasaran yang lebih luas. Tidak hanya desain yang sudah selesai, foto mobil dengan livery itasha yang dibagikan di dalam game juga dilaporkan ikut terdampak.
Beberapa user bahkan mengaku terkena ban karena masih menyimpan file desain yang belum pernah diunggah. File tersebut disebut hanya berisi garis bodi dan sketsa kasar, tetapi diduga salah terdeteksi sebagai konten nude.
Kritik tersebut semakin mengeras karena Forza Horizon 6 mengambil lokasi di Jepang, yang dikenal sebagai tempat berkembangnya budaya itasha.
Sejumlah user menilai game ini menjadikan budaya otomotif Jepang sebagai daya tarik, tetapi tidak memberikan ruang yang cukup bagi bentuk ekspresi komunitas tersebut.
Itasha sendiri sebelumnya dapat berkembang secara normal di seri Forza. Namun, ketika gamenya mengambil lokasi di Jepang, style tersebut justru dianggap menghadapi hukuman yang lebih keras.
Di sisi lain, aturan user-generated content Forza memang melarang banyak jenis konten, termasuk simbol kontroversial, profanity, child endangerment, pencemaran nama baik, penyamaran identitas, spam, iklan, QR code, simbol narkoba, konten seksual atau sugestif, serta kekerasan terhadap manusia dan hewan.
Masalahnya, aturan tersebut belum menjelaskan secara rinci batas desain mobil yang dianggap melanggar. Karena itu, pihak dari komunitas meminta kriteria yang lebih spesifik serta proses moderasi yang lebih transparan agar kreator tidak kehilangan akses hanya karena kesalahan deteksi atau laporan massal.
Bagaimana menurut kalian? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame lainnya ya.






