Harga Steam Machine Nampaknya Masih Belum Bisa Turun Dalam Waktu Dekat
Sedih sih.
Valve kini ungkapkan lonjakan harga komponen memori masih terus berlangsung yang membuat penurunan harga Steam Machine dalam waktu dekat hampir mustahil terjadi.
Saat ini, Steam Machine dibanderol mulai US$1.049 untuk model 512 GB tanpa kontroler, harga yang dinilai masih cukup tinggi bagi sebagian besar dari para gamers.
Salah satu penyebab utama kenaikan biaya produksi adalah meningkatnya permintaan chip memori, penyimpanan, dan komponen lain dari industri AI data center. Kondisi tersebut membuat pasokan komponen semakin terbatas dan turut mendorong kenaikan harga di pasar PC maupun konsol.
Dalam wawancara bersama Bloomberg, Yazan Aldehayyat selaku Engineer dari Valve menjelaskan bahwa harga yang saat ini terlihat di pasaran sebenarnya masih belum sepenuhnya mencerminkan kenaikan biaya yang dihadapi produsen.
“Sejujurnya, kondisinya masih terus memburuk. Harga yang dilihat konsumen di toko saat ini, berdasarkan pengamatan kami, tertinggal sekitar tiga hingga enam bulan dibandingkan harga pasokan dalam jumlah besar.”
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa harga perangkat keras berpotensi kembali meningkat ketika biaya komponen terbaru mulai masuk ke rantai distribusi ritel.
Sebelumnya, CEO Xbox Asha Sharma juga memperkirakan harga memori dapat kembali melonjak hingga dua kali lipat sebelum musim gugur 2027. Sementara itu, Lenovo menyebut harga RAM saat ini kemungkinan akan menjadi standar baru di industri.
Tak hanya berdampak pada harga, krisis komponen juga membatasi jumlah Steam Machine yang dapat diproduksi Valve. Insinyur Valve lainnya, Pierre-Loup Griffais, mengatakan perusahaan saat ini memproduksi sebanyak mungkin unit sesuai ketersediaan komponen.
“Kami pada dasarnya memproduksi sebanyak yang kami bisa. Keterbatasan terbesar kami memang ada pada kapasitas memori.”
Dengan kondisi tersebut, baik harga maupun ketersediaan Steam Machine diperkirakan masih akan bergantung pada situasi pasokan komponen global dalam beberapa waktu ke depan.
Bagaimana menurut kalian? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame




