Hideo Kojima Ungkap Kekhawatirannya Soal Hilangnya Disk Fisik Video Game
Dan ya, kali ini mungkin bisa lebih jauh lagi dan ga sebatas game saja.
Beberapa hari setelah Sony mengumumkan bahwa PlayStation tidak lagi memiliki rilisan fisik, dampaknya masih terasa hingga sekarang. Ada banyak pro dan kontra dari para pemain mengenai transisi digital PlayStation ini, hingga para pakar pun ikut memberikan pendapat mereka.
Dilansir dari VGC, Hideo Kojima, yang sebelumnya pernah membahas isu digitalisasi di akun X miliknya pada tahun 2021 lalu, kini ikut buka suara mengenai transisi PlayStation ke era digital dengan tidak ada lagi fisik.
Ia menyatakan rasa sedih atas kabar tersebut, tetapi ia juga menekankan bahwa kekhawatiran terbesarnya adalah potensi dominasi sistem cloud gaming atau streaming di masa mendatang.
Saat hadir di Festival Film “Il Cinema in Piazza” di Italia, Kojima menyatakan bahwa situasinya memang berbeda untuk video game dibandingkan dengan film. Pada video game saat ini, kalian masih bisa mengunduh data dan menyimpannya di perangkat keras (hardware) masing-masing.
Namun, jika industri beralih sepenuhnya ke layanan streaming di masa mendatang, ceritanya akan berbeda. Dalam sistem tersebut, para pemain pada dasarnya hanya menyewa game.
Baginya, layanan streaming sama sekali tidak memberikan hak kepemilikan yang nyata.
Kojima mencontohkan, apabila terjadi perubahan kebijakan negara, gejolak politik, atau masalah pada server perusahaan, koneksi menuju layanan tersebut bisa saja dihentikan kapan pun secara sepihak.
Jika hal itu sampai terjadi, kalian otomatis tidak akan bisa lagi menikmati game maupun film yang disukai. Kojima juga memperingatkan bahwa nasib yang dialami industri video game saat ini bisa saja terjadi pada industri film di tahun 2028.
Sony Pindahkan Tim Pengelola CD Fisik ke Divisi Terbaru
Selain dari Kojima, Keputusan Sony untuk menghentikan perilisan game PlayStation dalam format disc fisik mulai Januari 2028 mulai membawa dampak nyata. Salah satunya terlihat di fasilitas produksi disc PlayStation terbesar milik Sony yang berlokasi di Thalgau, Austria, yang kini mulai mengalihkan fokus bisnisnya ke produk lain.
Dilansir dari VGC, pabrik yang mampu memproduksi hingga 600 ribu keping disc setiap harinya itu telah memulai proses restrukturisasi sebagai respons atas menurunnya kebutuhan media fisik di masa depan.
CEO DADC, Dietmar Tanzer, menjelaskan bahwa saat ini produk PlayStation menyumbang sekitar 50 persen dari total volume produksi perusahaan, sementara sekitar 20 persen berasal dari pesanan baru. Namun, setelah transisi penuh ke distribusi digital pada tahun 2028, angka tersebut diperkirakan akan turun drastis.
“Kami memperkirakan volumenya hanya sekitar 10 persen pada 2028,” ujar Tanzer.
Meskipun begitu, Sony memastikan perubahan ini tidak akan berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebanyak 300 karyawan di fasilitas tersebut telah diberi tahu mengenai proses restrukturisasi, dan perusahaan memilih untuk mengalihkan mereka ke divisi baru daripada melakukan PHK.
Ternyata, Sony sudah mengantisipasi perubahan ini sejak beberapa waktu lalu. Perusahaan dikabarkan telah menginvestasikan sekitar 30 juta euro untuk menghadirkan peralatan baru guna memproduksi lensa mikro optik (optical microlenses), yakni komponen optik berukuran sangat kecil yang memiliki berbagai aplikasi di industri teknologi.
Kepala Divisi Micro Optics Sony DADC, Markus Streibl, menjelaskan bahwa teknologi tersebut akan menjadi salah satu bidang bisnis baru bagi perusahaan.
“Lensa mikro optik merupakan miniaturisasi sistem dan elemen optik yang berfungsi memfokuskan serta mengarahkan cahaya dalam ruang sekecil mungkin. Salah satu penerapannya adalah pada lampu sein mobil yang dapat memproyeksikan cahaya langsung ke permukaan jalan,” jelasnya.
Sejak Rabu lalu, sebagian karyawan yang sebelumnya menangani produksi disc mulai dipindahtugaskan untuk menguji peralatan baru tersebut. Sony juga berencana memberikan pelatihan intensif sebelum produksi massal lensa mikro optik ini dimulai pada tahun depan.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa sangat kecil kemungkinan Sony akan mengubah keputusannya terkait penghentian distribusi game fisik. Di tengah munculnya berbagai petisi penolakan, termasuk “Don’t Kill the Disc” yang telah mengumpulkan lebih dari 30 ribu tanda tangan, perusahaan justru telah menggelontorkan investasi puluhan juta euro untuk mempersiapkan transisi menuju lini bisnis baru.
Bagaimana menurut kalian? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame lainnya.





