PHYSINT sendiri telah menjadi salah satu judul dari Kojima Production yang ditunggu selain OD. Game ini sendiri mengusung genre yang begitu familiar, dan kali ini Hideo Kojima menyatakan latar belakang dari pengembangannya.
Dilansir dari wawancara bersama IGN, Hideo Kojima menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah kehilangan keyakinan terhadap proyek tersebut karena genre spionase sudah memiliki daya tarik yang kuat sejak awal.
Menurut Kojima, hal itu berbeda dari Death Stranding yang sempat membuat banyak orang bertanya-tanya ketika pertama kali diumumkan. Konsep mengantarkan barang dianggap tidak biasa untuk sebuah game, sedangkan game spionase sudah lebih mudah dipahami oleh banyak orang.
Ide PHYSINT sendiri muncul ketika Kojima mulai memikirkan proyek berikutnya setelah Death Stranding 2 dan OD.
Ia awalnya ingin membuat game dengan konsep yang lebih ekstrem, tetapi banyaknya pesan dari fans yang meminta game Metal Gear baru membuatnya mempertimbangkan genre spionase kembali.
Kojima menyadari bahwa Metal Gear merupakan IP milik Konami sehingga dirinya tidak bisa membuat game baru dalam seri tersebut. Ia juga merasa mungkin hanya memiliki sekitar 10 tahun lagi untuk mewujudkan berbagai proyek yang masih ingin dibuatnya.
Karena itu, Kojima memutuskan untuk membuat IP baru dengan genre action espionage. Konsep tersebut kemudian mendapat respons positif dari Jim Ryan, mantan CEO Sony Interactive Entertainment, dalam pertemuan yang berlangsung tidak lama sebelum masa pensiunnya.
“Saya sedang berbicara dengannya, lalu dia berkata, ‘Itu ide yang bagus. Mari kita buat game action espionage baru.’ Kami kemudian berjabat tangan, dan dari situlah kerja sama tersebut dimulai,” ujar Kojima.
Namun, Sony kemudian menghentikan pendanaan untuk PHYSINT dalam sebuah pertemuan pada Juni 2026. Kojima mengaku terkejut karena sebelumnya ia merasa proyek tersebut berada dalam kondisi aman.
Keputusan itu juga membuat Kojima khawatir dengan masa depan Kojima Productions. Studio tersebut memiliki sekitar 200 staf dan melakukan perekrutan dengan mempertimbangkan dua proyek utama, yaitu OD dan PHYSINT.
Jika salah satu kontrak dihentikan, Kojima khawatir harus mengurangi jumlah staf atau bahkan menghadapi masalah keuangan yang bisa mengancam studio.
Kojima akhirnya mencari partner baru untuk melanjutkan proyek tersebut. Ia tidak hanya menawarkan konsep game, tetapi juga visi untuk mengembangkan IP yang bisa diperluas ke film, serial, anime, komik, musik, dan bentuk hiburan lain.
Xbox kemudian menjadi partner baru PHYSINT. Kojima menyebut Xbox dapat memberikan dukungan teknis dan memiliki visi yang sejalan dengan keinginannya untuk mengembangkan IP ke dalam berbagai media.
Hubungan mereka juga sudah terjalin melalui proyek OD. Setelah Xbox menerima pitch tersebut dengan positif, pengembangan PHYSINT kembali berjalan.
Sebagian besar tim memang sempat dipindahkan ke OD, tetapi Kojima mengatakan bahwa pekerjaan yang terhubung dengan intinya seperti konsep, sistem game, skenario, visual, casting, dan actor scanning tetap berlangsung.
Platform akhir PHYSINT masih belum dipastikan. Ketika ditanya apakah game tersebut akan tetap hadir di PlayStation, Kojima menjawab bahwa keputusan itu bergantung pada Xbox.
Ia juga menyebut Xbox memiliki pendekatan untuk menghadirkan game ke banyak khalayak, tetapi detail platform akan diumumkan kemudian.
Kojima menegaskan bahwa dirinya tetap bertekad untuk menyelesaikan PHYSINT. Ia bahkan ingin memperluas IP tersebut ke film live-action dengan jeda waktu yang lebih singkat antara perilisan game dan adaptasinya.
Kojima Productions juga menyatakan bahwa studio mereka berada dalam kondisi sehat dan menguntungkan, sementara pengembangan PHYSINT terus berjalan bersama Xbox. Mereka juga menegaskan bahwa hubungan dengan PlayStation masih baik.
Bagaimana menurut kalian dengan kelanjutan PHYSINT bersama Xbox? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame lainnya ya!






