Kazuma Kaneko Tegaskan Game Barunya Tidak Akan Mengandalkan AI Generatif!
Oh ya?
Kazuma Kaneko selaku veteran ATLUS yang ada di COLOPL belakangan ini terlihat aktif berinteraksi di platform X. Selain rajin menjawab pertanyaan dari para fans dan menjawab berbagai trivia mengenai Shin Megami Tensei ataupun Persona, ia juga memberikan sedikit informasi mengenai rencana untuk waktu kedepannya.
Berdasarkan postingan pada 20 Juli yang diterjemahkan oleh AUTOMATON West, Kaneko menyatakan bahwa ia sudah memiliki rencana untuk sebuah game baru.
Saat ini, dia sedang mempersiapkan proyek tersebut secara internal di dalam COLOPL. Dia menekankan kalau proyek terbarunya ini tidak akan menyertakan mekanik yang bergantung pada AI.
Pernyataan tersebut terkait dengan kerjaan sebelumnya dengan COLOPL.
Kaneko sebelumnya terlibat dalam pengembangan RPG roguelike deckbuilding live-service dengan judul Tsukuyomi: The Divine Hunter yang rilis pada Mei 2025. Proyek ini kemudian disusul oleh Kazuma Kaneko’s Tsukuyomi, sebuah versi offline yang rilis pada April 2026.
Kedua judul tersebut menggunakan AI generatif dengan cara yang berbeda, yang dimana ini membuat sebagian merasa fans kecewa.
Pada game pertamanya, sistem secara otomatis membuat kartu baru berdasarkan log perilaku dan pilihan dari kalian saat bermain. Kartu berbasis AI ini berdiri berdampingan dengan kartu orisinal yang digambar langsung oleh tangan Kaneko.
Model AI di dalam game tersebut secara eksklusif dilatih menggunakan artwork milik Kaneko sendiri lewat siklus RLHF. Namun, sempat muncul kekhawatiran dari komunitas ketika model tersebut menghasilkan desain yang menyerupai karya berhak cipta milik pihak lain.
Untuk versi offline terbarunya, mereka telah membuang sistem pembuatan kartu kustom secara langsung. Walau begitu, game tersebut masih menyimpan beberapa kartu yang sebelumnya dihasilkan oleh model AI dari game pertamanya.
Menanggapi perdebatan tersebut, Kaneko merasa sedikit terganggu karena banyak orang yang menilainya keliru. Ia akhirnya klarifikasi untuk meluruskan pandangan yang beredar di komunitas.
“Walaupun saya berpartisipasi dalam pengembangan game yang menggunakan mekanik AI, saya tidak menggunakan AI untuk karya seni saya sendiri,” jelasnya.
Pernyataan ini dilontarkan untuk memperjelas adanya perbedaan artwork buatan AI dari game tersebut dengan artwork yang benar-benar dia gambar secara manual.
Dengan klarifikasi serta janjinya untuk tidak menggunakan AI di proyek berikutnya, kurasa kalian sebagai fans Demon Painter ini bisa merasa lega.
Bagaimana menurut kalian dengan pernyataan Kazuma Kaneko kali ini? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita video game lainnya!







