Mantan Bos Blizzard Akui Tren Game Digital Sulit Dibendung, tetapi Masih Berharap Media Fisik Tetap Bertahan!
Semoga media fisik masih bisa bertahan.
Tren industri game yang bergeser ke distribusi digital kini terasa semakin tak terbendung. Menanggapi dominasi 82 persen penjualan digital PlayStation, mantan bos Blizzard, Mike Ybarra, menyoroti perubahan tajam dalam kebiasaan konsumen.
Dilansir dari GamesRadar, komentar ini merupakan respons langsung Ybarra terhadap laporan keuangan terbaru Sony pada kuartal pertama tahun fiskal 2026. Ia sangat berharap format fisik tidak sepenuhnya lenyap dari pasaran meski memaklumi pergeseran tersebut.
Laporan itu menegaskan bahwa 82 persen penjualan game PlayStation berasal dari unduhan murni, sementara versi fisik hanya menyumbang 18 persen. Dominasi telak ini sontak membuat Ybarra terkejut sekaligus takjub melihat arah pasar.
Ia mengenang masa kepemimpinannya di Blizzard ketika angka penjualan digital 50 persen saja sudah dianggap sebagai pencapaian luar biasa. Melalui akun X pribadinya, ia pun merespons betapa tingginya pencapaian 82 persen tersebut.
“82 persen game dibeli secara digital? Wow, itu sangat tinggi,” tulis Ybarra. Ia juga menegaskan kembali bahwa melewati angka 50 persen pada masa ia bekerja di industri ini sudah menjadi sesuatu yang sangat besar.
Melihat realita pasar saat ini, Ybarra tetap enggan membiarkan media fisik musnah ditelan zaman. Ia sangat berharap segera ada jaminan digital yang menawarkan kepercayaan, transparansi, dan kejelasan bagi konsumen.
Keresahan semacam ini sebenarnya bukan hal baru bagi Ybarra. Ia sebelumnya pernah menggaungkan pentingnya “janji digital” untuk mengamankan hak akses pemain terhadap perpustakaan game mereka di masa depan.
Jaminan ini dirasa krusial agar gamer tidak terus dihantui rasa waswas akan hilangnya game akibat perubahan kebijakan platform. Ybarra bahkan sempat melempar wacana soal penerapan sistem jual beli game digital bekas untuk mengatasi masalah ini.
Gagasannya berpusat pada hak pemain agar bebas menjual atau menukar game digital mereka layaknya media fisik. Diskusi ini makin relevan di tengah masifnya cengkeraman distribusi digital di industri game modern.
Analis Niko Partners, Daniel Ahmad, sempat mencatat bahwa rasio penjualan digital Xbox kini telah menembus angka 90 persen. Capcom pun memprediksi sekitar 95 persen dari total penjualan game mereka tahun depan akan sepenuhnya didominasi oleh format digital.
Kondisi ini makin diperkuat oleh rencana Sony yang kabarnya siap menyetop produksi game fisik untuk rilisan baru mulai 2028. Langkah drastis tersebut langsung memicu perdebatan panjang seputar nasib kepemilikan dan hak konsumen atas game yang telah mereka beli.
Di satu sisi, mayoritas pemain saat ini jelas lebih menyukai kepraktisan dan akses instan yang ditawarkan oleh game digital. Namun, komunitas kolektor tetap memandang media fisik sebagai elemen tak terpisahkan dari kultur bermain game berkat kepemilikan mutlak untuk dipinjamkan atau dijual kembali.





