SEGA dan Netflix mengumumkan kolaborasi baru untuk mengembangkan sejumlah adaptasi dari katalog game SEGA. Proyek pertama dalam kesepakatan ini adalah film adaptasi Crazy Taxi, disusul serial animasi anak Sonic the Hedgehog dan film STRANGER THAN HEAVEN.
Film Crazy Taxi akan ditulis oleh Dan Gregor dan Doug Mand, duo penulis di balik reboot The Naked Gun pada 2025. Neal H. Moritz dan Toby Ascher dari Original Film akan menjadi produser bersama Toru Nakahara dari SEGA.
Crazy Taxi pertama kali debut di arcade pada 1999. Game ini menempatkan kalian di balik kemudi taksi untuk mengejar waktu, melewati jalanan kota yang kacau, melompati tanjakan, menghindari lalu lintas, dan mengumpulkan bayaran dengan energi punk rock.
Film adaptasinya akan membawa semangat komedi dan kekacauan dari game tersebut ke Netflix. Moritz dan Ascher mengatakan bahwa film ini ditujukan bagi siapa pun yang pernah menghabiskan waktu mengemudikan taksi kuning di Dreamcast sambil memutar musik keras dan menerobos berbagai hal demi mengejar penumpang berikutnya.
Game terbaru dalam seri ini, Crazy Taxi: World Tour, ditargetkan hadir pada 2027.
Netflix juga sedang mengembangkan film adaptasi dari STRANGER THAN HEAVEN, game action-adventure dari Ryu Ga Gotoku Studio, developer seri Like a Dragon atau Yakuza. Toru Nakahara akan menjadi produser film tersebut.
STRANGER THAN HEAVEN mengambil latar Jepang pada awal abad ke-20 dan mengikuti seorang pendatang yang berusaha bangkit dari kondisi tanpa apa-apa hingga menjadi yakuza yang ditakuti dan taipan hiburan. Di tengah perubahan sebuah negara, ia harus membangun imperiumnya sambil menghadapi persoalan mengenai kehormatan dan pengkhianatan.
Detail film ini masih dirahasiakan, tetapi Netflix menyebut adaptasinya akan menawarkan sudut pandang baru terhadap dunia STRANGER THAN HEAVEN dan franchise Yakuza.
Serial animasi baru Sonic the Hedgehog sedang dikembangkan oleh Carlos Stevens dan Toru Nakahara. Serial ini akan menampilkan Sonic dan teman-temannya sebagai pahlawan untuk audiens anak-anak prasekolah.
SEGA menggambarkan serial tersebut sebagai tontonan berenergi tinggi dan penuh komedi, tetapi tetap memiliki dasar emosional. Proyek ini dirancang untuk anak-anak yang ingin melihat Sonic dan kelompoknya tampil dengan sikap berani, penuh gaya, serta membawa semangat “itu kelompokku.”
Toru Nakahara menyebut serial Sonic akan terasa cute sekaligus cool. Ia menggambarkan Crazy Taxi sebagai tontonan yang sangat kacau, sementara STRANGER THAN HEAVEN akan membawa pendekatan drama aksi yang lebih dewasa.
Tiga musim Sonic Prime saat ini juga sudah tersedia untuk ditonton secara eksklusif di Netflix.
Menurut Shuji Utsumi selaku Presiden dan COO SEGA, fans dari game-game tersebut layak mendapatkan cerita yang menghormati keunikan masing-masing judul. Sementara itu, Brandon Riegg selaku Vice President of Nonfiction and Transmedia Netflix menyebut ketiga IP ini memiliki karakter yang dicintai, dunia yang sudah dikenal, dan basis fans yang kuat.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari slate adaptasi videogame Netflix yang juga mencakup serial live-action Assassin’s Creed, film live-action Gears of War, serta serial animasi berdasarkan Minecraft, Magic: The Gathering, dan Clash of Clans.
Bagaimana menurut kalian dengan kolaborasi Netflix dan SEGA ini? Proyek mana yang paling ingin kalian lihat, film Crazy Taxi, film STRANGER THAN HEAVEN, atau serial animasi Sonic the Hedgehog? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame dan hiburan lainnya ya!




