Melalui event Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2026, kami berkesempatan berbincang dengan tim Ariverse sekaligus mencoba demo Nightwatch at the Museum. Dari kesempatan tersebut, game ini terlihat memiliki potensi untuk menawarkan pengalaman horor dengan identitas lokal yang kuat.
Diterima Tanpa Banyak Bertanya
Nightwatch at the Museum merupakan game First-Person Psychological Horror yang berlatar di Indonesia setelah krisis finansial asia pada akhir 1990-an.
Dalam situasi ekonomi yang sulit dan lapangan pekerjaan yang semakin terbatas. Raja, sang karakter utama, menerima tawaran pekerjaan sebagai penjaga malam di sebuah museum tua yang bernama Djoyokoesoemo tanpa banyak bertanya.
Bangunan tersebut dulunya merupakan kediaman kolonial belanda yang kemudian dialihfungsikan menjadi situs warisan sejarah. Museum ini dinamai berdasarkan sebuah keluarga bangsawan jawa yang telah lama menghilang. berbagai Potret keluarga tersebut masih terpajang di tiap lorong pada museum ini. sementara barang peninggalannya tersimpan di balik kaca. Namun ada bagian dari sejarah keluarga itu yang seharusnya tida pernah dipamerkan kepada publik yang kini memunculkan petaka dan kejanggalan yang terjadi di Museum tersebut.

Tugas yang Terlihat Sederhana
Di game ini pemain berperan sebagai penjaga malam di museum yang bernama Raja. Sebagai penjaga malam, tugas Raja di game ini sebenarnya cukup sederhana. yaitu berpatroli di lokasi museum. Setiap patroli wajib dilakukan dan setiap kejadian harus dicatat dalam laporan. Dan tidak melakukan patroli sama sekali, bukanlah pilihan yang dapat diambil oleh game ini.
Berikut Lembar Tugas Penjaga Malam
Berpatroli setiap malam
Memeriksa & mengamankan setiap ruangan
Mencatat setiap kejadian dalam laporan
Menyelesaikan giliran kerja hingga pagi
Kembali bekerja pada malam berikutnya

“Setidaknya itulah yang disampaikan kepadanya saat pertama kali bekerja”
Kebakaran yang Hanya Dilihat oleh Raja
Seiring berjalannya waktu, kejadian aneh mulai mengganggu rutinitas Raja. Bekas kebakaran muncul di tempat yang sebelumnya tidak memiliki tanda apa pun. Ruangan yang terkunci tidak selalu tetap terkunci.
Namun perlu diketahui, Raja bukan penjaga pertama yang menyadarinya. Karena para penjaga sebelumnya yang tidak bekerja di disana lagi. Kini, menjadi sesuatu atau seseorang tampaknya ingin memastikan Raja tetap berada di Museum

Sejarah yang Disembunyikan
Semakin lama bekerja di museum tua ini, maka semakin sulit bagi Raja untuk mempercayai sejarah yang tersimpan di dalamnya. Dari situ, dirinya bertekad mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi melalui catatan penjaga, surat kabar lama, dokumen yang rusak, hingga label pameran yang ternyata tidak sesuai dengan arsip Museum.
Jawaban atas kejadian aneh di Museum ini tersembunyi di setiap patroli malam dan berbagai detail kecil yang akan pemain temukan di dalam game ini.

Topeng Tradisional menjadi Bumbu Utamanya
Salah satu aspek yang menarik dari Nightwatch at the Museum ini, adalah inspirasi hororrnya yang banyak mengambil referensi dari topeng tradisional indonesia. Elemen tersebut menjadi bagian dari pendekatan Ariverse dalam membangun atmosfir horor yang berakar pada budaya lokal.

Mengenal Ariverse Studio
Ariverse merupakan studio yang dibentuk oleh sejumlah kreator asal malang. Studio ini membawa filosofi kreatif yang mereka gambarkan lewat pernyataan berikut :
“Kami percaya diantara kita adalah Astronot, yang menjelajahi berbagai semesta di kreativitas dan imajinasi. Dan kami disini ingin mengubah sesuatu yang biasa menjadi hal yang luar biasa dan berbeda”
Filosofi tersebut tercermin dalam maskot dan logo Ariverse yang menampilkan sosok astronot berwarna oranye. identitas visual dan info lengkap studio, kalian bisa cek di situs resmi Ariverse.
Berhenti Bukanlah Pilihan
Berdasarkan informasi yang kami dapatkan saat IGDX 2026, game ini akan ditargetkan rilis para kuartal kedua 2027, atau sekitar April hingga Juni 2027. Jadwal tersebut masih berupa target, sehingga informasi lebih lanjut dari pihak developer tetap perlu ditunggu.
Bagi kalian yang tertarik dan ingin mencoba gamenya. Demo Nightwatch at the Museum sudah tersedia di Steam. Cobalah sekarang, lalu masukan ke daftar Wishlist sambil menunggu versi penuhnya.
~ Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik menjelajah misteri museum tua ini? Follow DirektoriGim untuk mendapatkan informasi terbaru dari developer indonesia.





