SNK Corporation mencatat kenaikan pendapatan sebesar 10 persen pada tahun fiskal yang berakhir pada Desember 2025. Namun, laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa perusahaan masih mengalami kerugian dalam jumlah besar.
Dilansir dari GameBiz yang diterjemahkan oleh AUTOMATON West, SNK mencatat kerugian operasional sebesar 19,9 miliar yen atau sekitar Rp1,94 triliun.
Kerugian biasa mencapai 21,5 miliar yen atau sekitar Rp2,09 triliun, sedangkan kerugian bersih berada di angka 22,2 miliar yen atau sekitar Rp2,16 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun fiskal sebelumnya.
Pada periode tersebut, SNK mencatat kerugian operasional sebesar 12,6 miliar yen, kerugian biasa sebesar 12 miliar yen, dan kerugian bersih sebesar 12,9 miliar yen.
Pada November 2025, SNK mengumumkan pengurangan modal saham dan cadangan modal masing-masing sebesar 8 miliar yen. Langkah ini ditujukan untuk menangani akumulasi kerugian sekaligus memperbaiki struktur permodalan perusahaan.
SNK juga masih berada dalam kondisi insolvensi, yaitu situasi ketika sebuah perusahaan mengalami kesulitan memenuhi kewajiban finansialnya. Kondisi tersebut berbeda dari kebangkrutan yang ditetapkan melalui proses hukum, sehingga status insolvensi tidak secara otomatis berarti SNK berhenti beroperasi.
Untuk mendukung kebutuhan finansialnya, SNK menerima pinjaman sebesar US$40 juta dari Electronic Gaming Development Company selaku induk perusahaan. Pinjaman tersebut memiliki bunga 7,28 persen dan akan dilunasi sekaligus pada Oktober 2029.
Laporan keuangan ini tidak menyebut adanya penghentian aktivitas pengembangan game. Namun, dampak kondisi finansial tersebut terhadap proyek-proyek SNK berikutnya masih belum dapat dipastikan.
Bagaimana menurut kalian dengan laporan keuangan SNK ini? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame lainnya!




