Penjualan PS5 Turun, Laba PlayStation Justru Melonjak 37 Persen pada Kuartal Terbaru!
Hasil dari pengguna aktif dan game digital.
Kinerja bisnis PlayStation menunjukkan perbedaan mencolok antara penjualan hardware dan keuntungan Sony. Meski distribusi PlayStation 5 menurun, Sony justru berhasil mencetak kenaikan laba operasional pada kuartal pertama tahun fiskal 2026 berkat pertumbuhan pengguna aktif dan penjualan game digital.
Dilansir dari Niche Gamer, pengiriman PS5 anjlok sekitar 36 persen menjadi 1,6 juta unit selama periode April hingga Juni 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski begitu, total pengiriman PS5 secara global kini telah menyentuh 95,3 juta unit seiring usia konsolnya yang hampir menginjak enam tahun di pasaran.
Penurunan penjualan konsol ini ternyata tidak banyak memengaruhi pendapatan divisi Game & Network Services yang tercatat stabil di angka 937,1 miliar yen.
Dari sisi profitabilitas, Sony justru memperoleh hasil lebih baik dengan lonjakan laba operasional sebesar 37 persen menjadi 54,1 miliar yen.
Kenaikan ini sangat dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang yang menguntungkan serta pengembalian dana terkait tarif impor di Amerika Serikat.
Namun, sebagian keuntungan tersebut ikut terpotong oleh peningkatan investasi untuk platform generasi berikutnya dan biaya restrukturisasi yang masih berjalan.
Ekosistem PlayStation sendiri masih terus tumbuh dengan jumlah pengguna aktif bulanan (MAU) yang menembus rekor 125 juta akun pada Juni 2026.
Meski jumlah pemain bertambah, total waktu bermain pada kuartal tersebut justru mengalami penurunan sekitar 4 persen.
Bisnis software tetap menjadi penopang utama dengan total penjualan game PS4 dan PS5 mencapai 66,1 juta kopi, termasuk 6 juta kopi dari game first party.
Distribusi digital semakin mendominasi dengan kontribusi 82 persen dari seluruh penjualan game penuh, jauh meninggalkan versi fisik yang hanya menyumbang 18 persen.
Menyusul pencapaian ini, Sony menaikkan proyeksi kinerja sepanjang tahun fiskal 2026 sekaligus mengamankan stok komponen memori untuk memenuhi target produksi PS5.
Langkah ini sangat krusial untuk menjaga ketersediaan konsol tetap stabil di tengah industri hardware yang masih didera kenaikan biaya komponen dan krisis pasokan chip.




