Setelah bertahun-tahun vakum, franchise Crazy Taxi akhirnya bersiap kembali melalui Crazy Taxi: World Tour. Sebelum menuju perilisan penuhnya pada 2027, SEGA terlebih dahulu menggelar Closed Network Test (CNT) yang berfokus pada pengalaman multiplayer.
DirektoriGim mendapatkan kesempatan untuk mencoba CNT tersebut berkat akses dari SEGA Asia. Selama periode pengujian, kami mencoba berbagai fitur yang tersedia, mulai dari dua mode multiplayer, sistem ranked, pilihan kendaraan dan perk, hingga sejumlah perubahan yang diberikan SEGA pada formula klasik Crazy Taxi.
Perlu dicatat, CNT ini hanya menyediakan konten multiplayer. Mode single-player dan story belum tersedia, sehingga preview ini belum dapat memberikan gambaran mengenai keseluruhan pengalaman Crazy Taxi: World Tour.
Musik Klasik yang Langsung Membawa Nostalgia
Hal pertama yang langsung terasa ketika memainkan Crazy Taxi: World Tour adalah soundtrack-nya.
SEGA kembali menghadirkan lagu-lagu punk rock yang menjadi bagian penting dari identitas Crazy Taxi sejak era Dreamcast. Dalam CNT ini, kami kembali mendengar lagu seperti All I Want dan Change the World dari The Offspring ketika sedang mengantar penumpang atau berpacu dengan pemain lain.
Kembalinya musik tersebut terasa seperti sebuah keputusan yang tepat. Crazy Taxi sejak awal memang memiliki identitas audio yang sangat kuat, sehingga kehadiran kembali lagu-lagu klasik ini mampu memberikan rasa familiar bahkan ketika gameplay-nya sudah mengalami sejumlah perubahan.
Setelah sebelumnya pernah ada versi port Crazy Taxi yang tidak menyertakan soundtrack aslinya, kehadiran kembali lagu-lagu tersebut juga terasa seperti bentuk penghormatan terhadap identitas game klasiknya.
Crazy Taxi dengan Sentuhan Multiplayer
Salah satu perubahan terbesar di World Tour tentu saja terletak pada multiplayer.
Game ini mendukung cross-play dan menyediakan pilihan region ketika pemain hendak mencari pertandingan. Terdapat region North America, Latin America, Europe/Middle East, serta Asia/Oceania.
Untuk pengujian kami dari Indonesia, region Asia/Oceania menjadi pilihan yang paling masuk akal demi mendapatkan koneksi yang lebih stabil.
CNT juga menyediakan enam kendaraan taksi yang masing-masing memiliki statistik berbeda. Kendaraan tersebut nantinya dapat dikembangkan menggunakan berbagai perk yang memberikan efek seperti peningkatan kapasitas nitro atau akselerasi ketika melewati permukaan jalan tertentu.
Sementara itu, empat karakter ikonik dari seri klasik, Axel, B.D. Joe, Gena, dan Gus, kembali sebagai driver. Desain mereka mendapatkan penyegaran agar sesuai dengan tampilan World Tour, tetapi identitas masing-masing masih terasa kuat.
Sayangnya, pada CNT ini karakter-karakter tersebut belum memiliki audio vokal. Hal tersebut membuat personality mereka terasa sedikit berkurang, terutama bagi pemain lama yang sudah mengenal karakter-karakter tersebut dari seri sebelumnya.
Tentunya masih ada kemungkinan hal ini berubah ketika game memasuki tahap final.
Pickup Race: Crazy Taxi Bertemu Racing Game
Mode pertama yang tersedia adalah Pickup Race.
Secara konsep, mode ini menjadi pilihan yang paling dekat dengan formula Crazy Taxi klasik. Enam pemain atau bot akan berlomba sambil mengambil dan mengantarkan penumpang ke tujuan mereka. Perbedaannya, kali ini aktivitas tersebut berlangsung dalam format balapan.
Pemain dapat menggunakan berbagai teknik berkendara seperti Crazy Dash, Crazy Drift, dan Crazy Nitro untuk mendapatkan keunggulan. Terdapat pula jalan pintas serta rute alternatif yang bisa dimanfaatkan untuk memangkas waktu perjalanan.
Dua lintasan yang tersedia dalam CNT berada di Germany dan West Coast, USA. Keduanya memiliki layout serta atmosfer visual yang berbeda, sehingga pengalaman berkendara tidak terasa sepenuhnya sama.
Formula ini cukup menarik karena tetap mempertahankan aktivitas utama Crazy Taxi, tetapi memberikan konteks kompetitif yang membuat pemain memiliki alasan untuk terus mencari rute tercepat.
Cops ‘N’ Cabbies Jadi Mode yang Paling Menarik
Jika Pickup Race terasa seperti evolusi langsung dari formula klasik, Cops ‘N’ Cabbies justru menjadi mode yang paling berbeda. Dalam mode ini, enam pemain dibagi menjadi dua tim, yaitu taksi dan polisi.
Tim taksi bertugas mengantarkan sebanyak mungkin penumpang dalam batas waktu yang ditentukan. Bergantung pada kendaraan yang digunakan, satu taksi dapat membawa antara satu hingga tiga penumpang sekaligus.
Sementara itu, tim polisi memiliki tugas untuk menghentikan taksi lawan. Polisi harus mengejar dan menabrak taksi hingga health mereka habis.
Ketika sebuah taksi berhasil ditangkap, kendaraan tersebut akan ditempatkan di sebuah area penjara di tengah map. Rekan satu tim yang masih bebas kemudian dapat membebaskannya dengan menabrak panel kontrol yang berada di sekitar area tersebut. Konsepnya mengingatkan kami pada permainan capture the flag, tetapi seluruh objektifnya dilakukan menggunakan mobil dengan gaya tabrak-tabrakan yang sangat khas Crazy Taxi.
Map yang tersedia untuk mode ini berada di Germany, tepatnya di area sekitar Katedral Köln.
Dari dua mode yang tersedia, Cops ‘N’ Cabbies terasa sebagai mode dengan potensi paling besar. Permainan tim membuat setiap pemain memiliki peran yang lebih jelas, sementara mekanik mengejar dan menyelamatkan rekan memberikan dinamika yang membuat pertandingan terasa lebih tidak terduga.
Ranked Match dan Pengalaman CNT
Kedua mode multiplayer juga memiliki sistem Ranked Match. Pada awalnya, pertandingan yang kami jalani lebih banyak mempertemukan kami dengan bot. Setelah beberapa kemenangan dan peningkatan rank, barulah kami mulai berhadapan dengan pemain sungguhan.
Sistem tersebut membuat proses awal terasa cukup natural. Pemain tidak langsung dilempar menghadapi lawan yang sudah memahami seluruh mekanik sejak pertandingan pertama.
Dari sisi koneksi, pengalaman kami selama CNT juga cukup mulus. Kami hanya mengalami satu kali dikeluarkan dari pertandingan karena jumlah pemain dalam lobby tidak mencukupi.
Tentu saja pengalaman dalam CNT belum bisa menjadi gambaran final mengenai stabilitas server ketika jumlah pemain meningkat setelah game dirilis secara penuh. Namun berdasarkan sesi pengujian yang kami jalani, fondasi multiplayer-nya sudah terasa cukup solid.
Sistem Berkendara Masih Mempertahankan Identitas Crazy Taxi
Meskipun membawa sejumlah elemen baru, World Tour tetap mempertahankan berbagai teknik berkendara yang menjadi identitas Crazy Taxi.
Pemain dapat menggunakan Crazy Dash, Crazy Drift, dan Crazy Nitro sebagai teknik dasar. Ada pula teknik yang lebih spesifik untuk aktivitas mengantar penumpang seperti Crazy Stop dan Crazy Backdash.
Sayangnya, salah satu hal yang terasa sedikit mengganjal adalah bagaimana game memperkenalkan teknik-teknik tersebut. Dalam CNT, manual mengenai teknik berkendara tidak tersedia secara langsung di dalam game. Pemain justru diarahkan untuk memindai QR code dari menu utama untuk membuka manual tersebut.
Untuk pemain yang baru mengenal Crazy Taxi, cara seperti ini terasa kurang praktis. Akan lebih baik jika tutorial mengenai teknik berkendara dapat diakses langsung melalui game.
Namun ketika sudah memahami kontrolnya, formula berkendaranya tetap terasa familiar. Mobil dapat bermanuver dengan cepat dan agresif, sehingga pemain dituntut untuk menguasai teknik-teknik tersebut jika ingin mendapatkan waktu terbaik.
Ada Potensi, Tapi Masih Banyak yang Belum Terjawab
Setelah mencoba CNT Crazy Taxi: World Tour, kesan pertama kami cukup positif.
SEGA berhasil mempertahankan beberapa elemen yang membuat Crazy Taxi begitu ikonik, terutama soundtrack punk rock dan gaya berkendara arcade yang cepat. Di saat yang sama, hadirnya multiplayer memberikan arah baru untuk franchise ini.
Pickup Race terasa sebagai evolusi natural dari formula klasik, sementara Cops ‘N’ Cabbies menjadi eksperimen yang lebih berani dan sejauh ini justru menjadi salah satu mode yang paling kami nikmati.
Namun masih ada beberapa pertanyaan yang belum bisa kami jawab melalui CNT.
Mode single-player dan story sama sekali belum tersedia. Padahal kedua aspek tersebut akan menjadi bagian penting untuk menentukan apakah World Tour mampu memberikan pengalaman Crazy Taxi yang utuh atau justru lebih berfokus pada multiplayer.
Begitu pula dengan karakter-karakternya. Kembalinya Axel, B.D. Joe, Gena, dan Gus tentu menjadi kabar baik, tetapi absennya audio vokal dalam CNT membuat kami masih penasaran seperti apa presentasi mereka pada versi final.
Crazy Taxi: World Tour direncanakan meluncur pada 2027 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, PC melalui Steam dan Xbox on PC, serta Nintendo Switch 2. Game ini juga direncanakan hadir sebagai Xbox Play Anywhere title.
Untuk saat ini, Crazy Taxi: World Tour menunjukkan potensi sebagai comeback yang cukup menjanjikan. Formula klasiknya masih terasa, tetapi SEGA tampaknya ingin membawa franchise ini ke arah yang lebih kompetitif melalui multiplayer.
Namun untuk benar-benar mengetahui apakah World Tour mampu menjadi penerus yang layak bagi Crazy Taxi klasik, kami masih harus menunggu hingga mode single-player, story, serta seluruh konten versi finalnya diperlihatkan.
Bagaimana menurut kalian? Follow DirektoriGim agar selalu update dengan berita & ulasan terbaru di industri video game!
#gaming #crazytaxi #crazytaxiworldtour












