Produser Stupid Never Dies Tegaskan Gamenya Bukan Soulslike!
Veteran dari Resident Evil dan Devil May Cry ini buka suara mengenai Stupid Never Dies yang sering disebut sebagai game soulslike.
GPTRACK50, sebuah studio dari salah satu veteran seri Resident Evil dan Devil May Cry sempat umumkan debut game mereka dengan judul Stupid Never Dies, sebuah game yang bergenre Zombie Action RPG. Kali ini sutradara Eiichiro Sasaki (Resident Evil 6) dan produser Hiroyuki Kobayashi (Resident Evil, Devil May Cry, Dino Crisis) berbicara kepada Famitsu dan diterjemahkan oleh AUTOMATON West mengenai ekspektasi pemain terhadap game debut studio mereka, sekaligus menepis rumor yang menyebutkan bahwa game ini adalah game “soulslike”.
Seperti yang kita tahu, Stupid Never Dies sendiri adalah game action RPG fast paced yang menekankan ke perkembangan karakter. Kalian nantinya akan bermain sebagai Davy, seorang zombie kasta bawah yang berpetualang untuk menghidupkan kembali gadis manusia pujaannya yang membeku bernama Julia. Siklus gameplaynya pun berbasis timed dungeon run di mana kalian harus mengalahkan musuh, mengumpulkan item aneh, dan menaikkan level.
Game ini menghadirkan berbagai fitur mekanik yang menarik, di antaranya:
“Style Eat”, yang dimana Davy bisa mencuri kemampuan musuh dengan memakan core musuhnya. Fitur ini bisa membuka hingga sepuluh combat style dari berbagai monster seperti manusia serigala, vampir, harpy, hingga lizardmen. Kalian juga bisa memasang hingga dua combat style sekaligus dan menukarnya secara real-time, meski kemunculan combat style tersebut bersifat acak.
“Overtech” untuk memasang senjata dan implan biohack pada tubuh Davy terlepas dari wujud monsternya.
“Davy Burst” buat melipatgandakan status dan levelnya secara instan di tengah pertarungan.
GPTRACK50 menegaskan game ini dirancang dengan keseimbangan antara teknis dan taktis ketimbang murni punishing action. Produser Kobayashi menjelaskan ke Famitsu bahwa game ini diseimbangkan agar pemain dengan pengalaman bermain yang wajar bisa mencapai akhir cerita dengan rata-rata waktu 20 hingga 30 jam. Ia juga mengklarifikasikan gamenya sendiri tentunya bukan sebuah game soulslike karena pada dasarnya mereka tidak berfokus ke sana. Sutradara Sasaki juga menambahkan gamenya memadukan progress yang bisa dikontrol dan tidak; meskipun beberapa elemen diulang dari nol saat mati atau menyelesaikan dungeon, ada banyak kemampuan yang tetap terbawa dan terakumulasi.
Saat ini, GPTRACK50 menyatakan pengembangan Stupid Never Dies sudah mencapai 90 persen. Stupid Never Dies akan hadir pada musim gugur di PlayStation 5 dan PC via Steam.
Bagaimana menurut kalian dengan Stupid Never Dies ini? Apakah kalian tertarik untuk memainkannnya? Jangan lupa ikuti DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame lainnya ya!



