Remake Max Payne 1 dan 2 yang diumumkan Remedy pada 2022 dan nyaris tak disinggung selama empat tahun berikutnya dipastikan masih dalam pengerjaan.
Namun, Remedy kini menyerahkan semua detail lanjutannya Rockstar Games selaku Publisher.
Dilansir dari GamesRadar+, Rockstar dan Remedy selaku developer aslinya, memang sudah menjabarkan kemitraan mereka saat mengungkap remake shooter noir era Y2K tersebut.
Pada masa itu, pendiri Rockstar yaitu Sam Houser sempat bilang di rilis pers, “Kami fans berat karya yang dibuat tim Remedy selama beberapa tahun belakangan, dan tak sabar memainkan versi baru ini.”
Namun tampaknya tak banyak yang bisa ia sampaikan lebih jauh, karena Remedy menyiratkan dalam sesi tanya jawab finansial terbaru bahwa mereka tak bisa membicarakan Max Payne sebelum Rockstar melakukannya.
Moderator Remedy menanggapi audiens virtual berisi investor, analis, dan awak media yang hadir di sesi tanya jawab tersebut. Ia mengakui banyak pertanyaan masuk soal Max Payne, wajar mengingat sudah empat tahun berlalu.
Semua pihak ingin tahu kabar terkini remake itu, apalagi Remedy sudah merilis Alan Wake 2 dan FBC: Firebreak sejak pengungkapan remakenya, serta mengumumkan Control Resonant yang akan datang.
Moderator Remedy menjelaskan bahwa ketidakbicaraan studio soal Max Payne disebabkan fakta, “Untuk game tersebut, Rockstar Games yang menangani sisi penerbitan. Jadi kami tak bisa mengomentarinya.”
Selain itu, di bagian awal laporan finansialnya, Jean-Charles Gaudechon selaku CEO mengingatkan bahwa Remedy adalah studio multiproyek, dan remake Max Payne 1 dan 2 tetap dalam produksi penuh bersama Rockstar Games. Sepertinya itu yang paling bisa dilakukan Remedy, sekadar menyatakan hal tersebut.
Bagaimana menurut kalian soal remake Max Payne yang masih tertutup informasinya ini? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame lainnya ya!



