Review Brave Rounds - Game STG Yang Cukup Solid dari Indonesia! | DirektoriGim
Penasaran nggak kalian sama game STG dari Indonesia?
STG atau yang dikenal di barat sebagai Shoot ‘Em Up merupakan genre arcady yang masih relevan sampai sekarang, meskipun di Indonesia kemungkinan dipandang sebelah mata. Dan gue pribadi udah mainin banyak banget game-game legend di genre ini, (no, i’m not a tourist that only play Touhou), mulai dari Battle Garrega, Batsugun, DoDonPachi DaiOuJou, Aleste and many more.
Dan cukup mengejutkan ketika melihat teman gue bikin game STG yang proper, karena memiliki background sebagai pemain kompetitif yang mengejar 1CC di game-game STG, wltr3565 A.K.A Jason selaku developer di self published PlayShift Games, sangat familiar dengan design game STG, dan sepenuhnya mengerjakan game barunya bernama Brave Rounds. Buat yang belum tahu juga, sebelumnya mereka juga merilis Hell Blasters.
Satu hal yang membedakan Brave Rounds dengan game mereka sebelumnya adalah artstyle. Digambar dengan passion oleh Jason, Brave Rounds menggunakan artstyle cartoonist dibandingkan dengan pixel art yang bisa ditemui di Hell Blasters. Untuk gameplay, keduanya punya kesamaan di emphasis pada bullet eraser sebagai scoring.
“Apa itu maksudnya bang?, coba pakai bahasa bayi dong buat jelasin terms-termsnya, aku gak tahu nich”
Di game STG atau tembak-tembakan pesawat, biasanya kita harus menghindar dari proyektil musuh biar survive. Dengan bullet eraser design ini, kita justru bisa menghapus proyektil-proyektil yang dikeluarkan musuh. Hal ini juga terhubung langsung ke scoring system, di mana semakin banyak proyektil yang ditebas di dalam screen, semakin besar juga point yang bisa didapatkan oleh player. Pendekatan ini sejalan dengan design Shinobu Yagawa yang diusung oleh Jason untuk Brave Rounds.
Shinobu Yagawa dikenal dengan berbagai game STG populer dan kompleks seperti Battle Garrega, di mana semakin kita jago main, tingkat difficulty dan enemy pattern-nya akan berubah drastis. Hal serupa juga diterapkan di Brave Rounds, ketika performa pemain meningkat, pattern proyektilnya ikut menjadi lebih agresif. Sistem scoring yang berbasis bullet eraser membuka ruang bagi pemain untuk mengatur positioning dan strategi saat mengejar 1CC.
Brave Rounds berhasil menangkap rasa tersebut lewat adaptive difficulty yang digabungkan dengan mekanik bullet eraser. Layer-nya memang tidak sekompleks game Yagawa, apalagi jika dibandingkan dengan Battle Garrega, tapi untuk STG modern perpaduan ini terasa cukup fun buat di-replay berkali-kali.
Variasi ini juga diperkuat dengan beberapa pilihan karakter, di mana setiap karakter punya properties yang berbeda, baik dari pattern tembakan maupun kecepatan geraknya. Selain itu, peningkatan lain yang terasa dibandingkan Hell Blasters ada di sound design dan music-nya. Menurut gue pribadi, Brave Rounds sudah punya komposisi soundtrack yang pas untuk STG, dengan nuansa upbeat yang mendukung tempo permainan.
Sound effect-nya juga terasa cukup balance di mixing, jadi tidak mengganggu saat bermain, berbeda dengan Hell Blasters yang masih terasa kurang di bagian ini. Ditambah lagi, game ini juga cukup casual friendly dengan adanya story mode yang menghadirkan bite-sized level dari keseluruhan arcade modenya.
Dari sisi presentasi, sebenarnya sudah oke, tapi masih bisa ditingkatkan lagi di beberapa aspek seperti shading karakter, design interface, dan background.
Secara keseluruhan, design-nya sudah memberikan variasi yang unik, bahkan ada sentuhan kearifan lokal seperti boss bernama Susanto yang bisa berubah jadi babi hutan. While gw paham mungkin beberapa visual harus di cut gara-gara budget constraint, but gw berharap nanti di game selanjutnya akan bisa lebih keren lagi.
Game ini juga menyediakan mode training untuk latihan 1CC, fitur replay, mode 2 player, dan dual control yang memungkinkan pemain mengendalikan dua karakter sekaligus. Gue pribadi masih menghindari mode ini karena belum terbiasa, tapi variasinya terasa beda dari biasanya.
Dari sisi difficulty, game ini menggunakan pendekatan STG bullet hell dengan hit box yang cukup fair untuk menghindari serangan. Ada juga journalist mode buat yang belum terbiasa dengan genre ini. Fitur lain yang wajib untuk vertical shmup seperti TATE / vertical mode juga sudah tersedia.
Mungkin terdengar bias karena gue pribadi sudah kenal developernya, tapi dari sudut pandang gue yang suka arcade game design, game ini memang solid. Dengan price point di Rp149.900, gamenya masih cukup affordable. Replayability value-nya juga tinggi, karena proses mencapai 1CC pasti butuh waktu, apalagi buat ngalahin TLB (True Last Boss) dan mainin mode hard. Rating gue pribadi adalah 8/10.
Dengan gameplay yang adaptif tapi tetap mudah dipahami, game ini cocok jadi gateway buat yang belum pernah main STG sebelumnya. Brave Rounds juga menyediakan demo untuk dicoba sebelum memutuskan untuk beli.
Bagaimana menurut kalian? Follow DirektoriGim agar selalu update dengan berita terkini di industri video game!
#gaming #braveround #playshiftgames #direktorigim








