Gue sudah lumayan lama jadi penggemar seri Hot Wheels garapan Milestone. Enggak terhitung berapa lama gue menghabiskan waktu di Hot Wheels Unleashed dan sekuelnya, Hot Wheels Unleashed 2: Turbocharged, buat unlock koleksi mobil-mobilnya dan mainin balapannya yang nagih.
Gara-gara dua game itu, gue jadi punya soft spot buat developer spesialis game racing asal Italia ini yang mampu meracik arcade racing mereka dengan nuansa dan vibe mainan Hot Wheels yang cakep. Jadi waktu gue dengar mereka mengumumkan bakal collab lagi dengan Mattel buat menggarap entri game Hot Wheels terbaru mereka berjudul Hot Wheels Infinite Rush, gue enggak bisa nolak kesempatan buat nyobain dan nulis review-nya di sini.
Hot Wheels Unleashed (2021)
Gue sudah main selama beberapa jam, dan ada satu perubahan besar yang langsung terasa: kali ini Milestone enggak lagi puas cuma bikin track-track Hot Wheels yang berkelak-kelok di lokasi indoor dan sekitar rumah. Kali ini, mereka full-on masuk ke ranah open-world racing.
Infinite Rush ngasih lu empat pulau terpisah buat dieksplor bebas, yang bakal kebuka secara bertahap seiring progress. Setiap pulau punya ciri khas visualnya sendiri, misalnya Wheelswood yang dipenuhi pencakar langit dengan lintasan khas Hot Wheels yang meliuk-liuk di sela-sela gedung dan Tentacle Bay yang memadukan nuansa urban dan elemen alam. Objek-objek yang ada di environment-nya benar-benar dibuat seolah-olah lu menjelajah dunia mainan yang warna-warni, dan as expected untuk game semua umur, enggak akan ada model damage yang kelihatan di mobil lu maupun di objek-objek dunianya, meskipun sudah jumpalitan atau tertabrak berkali-kali. Skala open-world-nya sendiri lumayan luas dan desain visual ala dunia mainan ini jadi ciri khas tersendiri yang bikin Infinite Rush terasa beda dari game open-world racing lain. Selagi menjelajah, lu juga bisa ngumpulin collectible kayak stiker dan logo Hot Wheels yang tersebar di berbagai sudut di peta. Lumayan, lah, buat jadi insentif mengeksplor dunianya.
Tampilan gameplay open-world Hot Wheels: Infinite Rush (2026)
Buat menjelajahi open-world-nya, lu bisa milih dari empat jenis (tipe) mobil yang tersedia:
Versatile — stat speed, handling, dan power yang seimbang; all-rounder klasik.
Speeder — speed tinggi, dengan kemampuan mengisi boost lebih cepat saat melaju kencang.
Drifter — handling jempolan, pas buat lintasan yang penuh tikungan.
Titan — power tinggi dengan boost yang cepat terisi, tapi rentan terhadap overclocking dan cooldown kalau lu enggak hati-hati.
Total ada seratus lebih mobil yang bisa dibuka, dari model-model khas Hot Wheels kayak Bone Shaker™ dan Side Draft™ sampai model berbasis mobil real-life kayak Mitsubishi Pajero Evolution dan Audi RS 5 Coupé 2017. Jujur, tetap ada keseruan tersendiri, sih, pas bisa menjajal dan ngebut pakai mobil Mitsubishi Pajero, Audi, Honda, atau brand-brand lainnya dalam gaya khas Hot Wheels seperti di dua game sebelumnya.
Empat tipe mobil yang bisa dipilih
Cara membuka dan mengoleksi mobilnya ada dua: beli di Dealership Hot Wheels pakai in-game currency hasil menang event, atau, ini yang jadi favorit gue, nantangin mobil-mobil yang lu papasin di open-world lewat event Daredevil, semacam duel racing 1v1 buat memenangkan mobil lawan.
Momen event Daredevil dimulai
Satu QoL (Quality of Life) improvement yang gue apresiasi dari game ini: lu bisa ganti tipe mobil on-the-fly saat lagi roaming, tanpa perlu buka menu pause. Akan tetapi, perlu gue tekankan, ini cuma buat ganti tipe, loh ya, misal dari mobil tipe Speeder ke Drifter, bukan ganti model dalam tipe yang sama. Kalau mau ganti mobil dalam tipe tertentu, lu tetap harus masuk menu pause. Dan sayangnya, sepertinya fitur kayak fast travel enggak tersedia di game ini pas lu membuka peta.
Switching mobil yang bisa dilakukan seketika in-game
Skema kontrolnya masih setia sama gaya arcade racing-nya game Hot Wheels buatan Milestone: satu tombol buat boost, rem sambil belok buat drift. Nah, yang baru di Infinite Rush adalah mechanic dash. Ini semacam gerakan manuver kayak lu pindah lajur ke kiri/kanan dengan menekan face button, berguna banget buat ngehindarin tabrakan mendadak di detik-detik terakhir. Gue akui, tambahan mekanik ini enggak terlalu berasa signifikan, tapi cukuplah buat manuver.
Soal performa, gue merasa enggak ada yang janggal. Enggak ada kendala stutter, freeze, atau performance issue lain yang gue alami, bahkan dengan setting grafis di level Very High. Mulus banget dari awal sampai sesi main gue berakhir.
Sedangkan untuk mode race-nya, Infinite Rush menyediakan mode-mode seperti di game sebelumnya yang sudah menjadi standar game racing modern: circuit race, checkpoint race, time attack, dan elimination. Elemen-elemen dan gimmick treknya juga mirip dengan yang ada di game sebelumnya. Semua modenya bisa dimainkan di open-world dan nantinya akan ada klasifikasi tipe mobil khusus untuk balapan tertentu. Kalau mau multiplayer, semuanya bisa dimainkan online bareng teman maupun local versus.
Ajang balapan yang masih terasa seru, offline maupun online
Namun, yang lebih menarik, buat gue pribadi, justru event-event yang tersebar di open-world-nya.
Selain Daredevil yang sudah gue sebutkan sebelumnya, yang merupakan duel 1v1 buat merebut mobil lawan, ada event Tourist, di mana lu manfaatin photo mode buat memotret landmark dari sudut tertentu, biasanya dengan ikut menampilkan tipe mobil tertentu di hasil jepretannya. Ada lagi Find the Flame, lomba cepat-cepatan nyampe titik yang ditandai di UI, untuk ngetes kemampuan navigasi lu. Di event Delivery, lu disuruh menuju ke titik tertentu dengan health meter. Health meter-nya bisa berkurang kalau lu terlalu sering menabrak objek-objek yang ada di jalan. Terakhir, ada Stuntman, di mana lu diminta hancurin objek di sekitar sampai skor tertentu dalam waktu terbatas.
Dari event-event yang ada ini, menurut gue, Tourist, Delivery, dan Stuntman terasa paling fresh karena enggak cuma sekadar “ngebut ke garis finish”. Ada tambahan tantangan yang bikin sensasi driving-nya enggak hambar.
Event Tourist yang menguji skill fotografi lu
Sayangnya, sound adalah salah satu aspek yang menurut gue lemah dan kurang berkesan. Jangan salah sangka, soundtrack dan sound design-nya serviceable, tapi enggak ada satu pun musik yang memorable dan “nempel” di kepala gue pas bermain. Musik-musiknya dimainkan dengan playlist otomatis, dan lu enggak punya kontrol untuk skip musik yang lu enggak suka.
Meski begitu, ada poin plus lain yang layak gue sebut di review ini: aksesibilitasnya lumayan bagus. Ada fitur assist buat membantu pemain yang baru terjun ke game racing, filter khusus buat pemain buta warna, sampai filter suara buat membantu meringankan gejala pada penderita tinnitus. Effort-nya terasa niat buat sebuah game arcade racing.
Fitur gameplay assist yang bisa di-toggle, untuk membantu pemain-pemain baru
Pengatur audio untuk meringankan gejala tinnitus
Infinite Rush mendukung cross-play, kecuali di Nintendo Switch 2, plus fitur bikin lobby buat main bareng pemain lain. Elemen khas seri Hot Wheels juga tetap ada: kustomisasi warna dan efek mobil, sampai fitur buat bikin trek Hot Wheels sendiri yang langsung bisa dimainkan.
Bikin trek lu sendiri
Hot Wheels Infinite Rush bakal rilis di Indonesia pada 10 September 2026 dan tersedia di PlayStation 5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, Steam, Microsoft Store, serta Epic Games Store.
Belum ada pengumuman resmi soal microtransaction di dalam game-nya. Namun, berdasarkan post-launch roadmap yang di-share oleh Milestone, bakal ada beberapa pack DLC berbayar yang menambah konten game hingga tahun 2027, serta edisi Deluxe dan Ultimate yang menyertakan konten-konten DLC tersebut.
Roadmap konten Hot Wheels: Infinite Rush
Dari beberapa jam yang udah gue habiskan, Hot Wheels Infinite Rush terasa seperti eskalasi karya Milestone yang lumayan bagus overall. World design ala dunia mainan yang khas, koleksi mobil yang banyak, plus event open-world yang variatif bikin gue betah eksplorasi dunianya. Yang benar-benar terasa masih kurang, menurut gue, mungkin adalah soundtrack-nya yang kurang berkesan. Namun, secara keseluruhan, ini game Hot Wheels yang layak untuk dicoba, dan gue penasaran gimana rasanya nanti begitu kontennya jadi makin lengkap pasca-rilis. Akhir kata, gue highly recommend game ini. Rating 7/10, terutama kalau lu suka sama arcade racing dan open-world racing.
Sekian dulu dari gue, ya. Jangan lupa follow dan pantau terus DirektoriGim buat update dan review game lainnya juga.
#direktori #gamereview #hotwheels #racinggames #openworldracing















