Menjelang perilisan pada Januari 2027, STRANGER THAN HEAVEN mendapatkan demo di Gamescom serta video gameplay baru.
Berdasarkan wawancara bersama Inven Global yang dikutip AUTOMATON West, Hiroyuki Sakamoto selaku producer menyebut setiap lokasi dalam game ini memiliki level design dengan kepadatan paling tinggi yang pernah dibuat RGG Studio.
STRANGER THAN HEAVEN membawa Makoto melewati lima kota dan lima era berbeda di Jepang. Ceritanya dimulai di Kokura pada 1915, lalu berlanjut ke Kure pada 1929, Minami pada 1943, Atami pada 1951, dan Kamurocho pada 1965.
Walaupun tiap kota memiliki ukuran yang kurang lebih sebanding dengan lokasi dalam game utama Like a Dragon, jumlah detail di dalamnya dibuat lebih padat.
Kalian bisa memasuki berbagai bangunan dan toko saat menjelajahi jalanan. Setiap lokasi juga dirancang berdasarkan kondisi zaman masing-masing.
Tim developer melakukan riset terhadap berbagai kota serta kebiasaan masyarakat dari periode yang sudah berlalu, termasuk hal-hal yang sudah tidak lagi bisa dilihat secara langsung oleh orang-orang masa kini.
Konten eksplorasi dalam STRANGER THAN HEAVEN mencakup substories dan berbagai minigame. Beberapa di antaranya dibuat untuk memperkenalkan budaya hiburan yang berkembang pada tiap era.
Kisah Makoto bergerak ke arah timur dari Kokura seiring ia berpindah tempat untuk mencapai tujuannya. Dalam prosesnya, ia akan bertambah usia sehingga perjalanan lima dekade tersebut tetap terasa sebagai satu rangkaian hidup, bukan kumpulan cerita yang berdiri sendiri.
RGG Studio juga menyiapkan 12 jenis senjata. Senjata dari kategori yang sama bisa memiliki statistik, performa, dan tampilan berbeda berdasarkan era tempat kalian mendapatkannya.
Senjata yang diperoleh setelah mengalahkan boss juga dapat berubah sesuai periode cerita. Namun, kalian tetap bisa menggunakan senjata favorit sepanjang perjalanan dengan melakukan kustomisasi serta upgrade.
Combat STRANGER THAN HEAVEN memisahkan kontrol untuk tangan kiri dan kanan. Sistem ini dibuat agar pemain berpengalaman bisa menampilkan gerakan yang lebih bervariasi setelah memahami cara kerja setiap serangan.
Pada awal cerita, combat Makoto terasa lebih berat dan kasar. RGG Studio ingin gaya bertarung tersebut sesuai dengan kehidupannya yang masih sederhana, sehingga ia nggak langsung bergerak seperti ahli bela diri.
Seiring perkembangan karakter, pilihan teknik yang tersedia akan bertambah. Sensasi setiap pukulan dan ayunan senjata juga dirancang agar bobotnya terasa sejak awal.
Rasa asing dalam game ini juga menjadi bagian dari pengalaman Makoto. Ia merupakan anak dari ayah berkebangsaan Amerika dan ibu asal Jepang, sehingga sejak awal nggak sepenuhnya merasa menjadi bagian dari satu negara.
Mikinobu Abe selaku sutradara menjelaskan bahwa sistem dan kontrol yang terasa baru bagi pemain dirancang untuk menyampaikan pengalaman Makoto secara langsung.
Kalian akan menghadapi situasi yang sama-sama asing sebelum perlahan memahami world serta combat-nya. Musik juga memiliki peran dalam perjalanan Makoto. Setelah mengalami diskriminasi dan kesulitan beradaptasi di Jepang, ia menemukan bahwa dunia show business bisa menjadi tempat untuk bersaing secara setara.
Dalam game, kalian bisa mengumpulkan berbagai suara lalu menggunakannya untuk menyusun atau membuat musik. Sistem tersebut terhubung dengan perkembangan Makoto saat ia mencari cara untuk bertahan hidup dan menemukan tempatnya di masyarakat.
RGG Studio awalnya membayangkan STRANGER THAN HEAVEN sebagai bagian dari trilogi. Game pertamanya sendiri sudah dikembangkan selama sekitar enam hingga tujuh tahun.
STRANGER THAN HEAVEN akan hadir pada 15 Januari 2027 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam. Game ini juga tersedia melalui Xbox Game Pass.
Bagaimana menurut kalian dengan lima kota, lima era, dan sistem combat baru dalam STRANGER THAN HEAVEN? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame lainnya ya!


