Setelah Keluar dari M2, Hiroshi Iuchi Masih Berjuang Menyelamatkan Ubusuna
Nampaknya project dari kreator Ikaruga ini masih ada harapan.
Dilansir dari AUTOMATON West, Hiroshi Iuchi, kreator Ikaruga sekaligus sutradara Ubusuna, akhirnya memberikan penjelasan panjang mengenai alasan di balik terhentinya pengembangan game tersebut setelah dirinya resmi meninggalkan studio M2.
Pernyataan ini muncul tidak lama setelah M2 mengumumkan bahwa pengembangan Ubusuna dihentikan. Iuchi meminta maaf kepada para penggemar yang telah menantikan game tersebut dan mengaku menyesal karena tidak dapat mencegah pengumuman tersebut dipublikasikan pada saat itu.
Menurut Iuchi, keputusan untuk keluar dari M2 sebenarnya sudah diambil sejak akhir tahun 2025. Ketika pengumuman tersebut dirilis, ia mengaku sudah mulai berdiskusi dengan sejumlah perusahaan lain untuk melanjutkan pengembangan Ubusuna. Karena proses tersebut masih berlangsung, ia merasa belum ada alasan untuk mengumumkan kepergiannya kepada publik.
Kabar baiknya, Ubusuna belum benar-benar berakhir. Iuchi menjelaskan bahwa hak atas konsep dan sistem gameplay game tersebut merupakan miliknya secara pribadi karena proposal awalnya telah ia buat sejak tahun 2006, jauh sebelum dibawa ke M2. Namun, seluruh aset yang dikerjakan selama proses pengembangan di M2 tetap menjadi milik perusahaan sehingga tidak dapat langsung digunakan apabila proyek ini dilanjutkan di studio lain.
Menariknya, ini bukan pertama kalinya Ubusuna mengalami kendala. Iuchi mengungkapkan bahwa sejak konsepnya lahir hampir dua dekade lalu, proyek tersebut sudah mengalami penundaan atau pembatalan sebanyak tiga hingga empat kali. Bedanya, kali ini pengembangannya sudah berada di tahap yang jauh lebih matang sebelum akhirnya dihentikan.
Ia juga membantah berbagai spekulasi yang menyebut proyek tersebut gagal karena desain gamenya bermasalah atau karena tekanan untuk menciptakan “penerus Ikaruga”. Menurutnya, masalah utama justru berasal dari kondisi internal pengembangan.
Selama berada di M2, tim Ubusuna berulang kali dipindahkan untuk membantu proyek lain. Setiap kali hal itu terjadi, pengembangan Ubusuna bisa berhenti hingga lebih dari satu tahun. Setelah kembali dikerjakan, tim harus menghabiskan waktu lagi hanya untuk membangun kembali ritme pengembangannya.
Selain itu, manajemen juga meminta tim untuk terus menyempurnakan game tersebut hingga benar-benar memuaskan. Instruksi tersebut membuat proses pengembangan berjalan tanpa target yang jelas. Iuchi mengakui dirinya ikut bertanggung jawab karena menafsirkan arahan tersebut secara terlalu harfiah, sehingga standar kualitas terus meningkat tanpa batas yang pasti.
Akibat siklus tersebut, proyek perlahan kehilangan momentum. Pergantian anggota tim yang terus terjadi juga membuat proses pengembangan semakin sulit. Iuchi bahkan mengibaratkan situasi tersebut seperti meminta dua atau tiga orang yang belum berpengalaman membuat game 3D untuk langsung mengembangkan game berskala AAA seperti Call of Duty.
Meski demikian, Iuchi tetap yakin bahwa Ubusuna merupakan proyek yang layak diselesaikan. Setelah pengembangannya dihentikan di M2, ilustrator eksternal Kususaga Rin bahkan mengusulkan untuk mencari pendanaan dari perusahaan lain agar proyek tersebut dapat diteruskan. Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa pihak telah menyatakan ketertarikannya untuk membantu.
Saat ini diskusi dengan sejumlah perusahaan masih berlangsung. Walaupun belum ada keputusan final, Iuchi menegaskan bahwa dirinya bersama tim masih terus berusaha agar Ubusuna suatu hari nanti benar-benar dapat dirilis untuk para penggemar yang telah menunggu selama bertahun-tahun.
Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian masih menantikan Ubusuna setelah mendengar penjelasan dari Hiroshi Iuchi?
Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita video game lainnya!




