Shigeru Miyamoto Bicara Masa Depan: Potensi Kembali Mendesain Game hingga Impian Mii Jadi ID Pribadi
Dilansir dari Nintendo Everything Legenda industri game sekaligus sosok di balik kesuksesan Super Mario dan The Legend of Zelda, Shigeru Miyamoto, Baru-baru ini membagikan pandanganya mengenai masa depan kariernya. Dalam wawancara terbaru bersama Famitsu, Miyamoto yang kini berusia 72 tahun mengunkapkan bagaimana ia menyikapi pernyataan di Nintendo saat ini, termasuk ide uniknya terkait sistem avatar Mii
Meski belakangan lebih fokus pada proyek film dan wahana Super Nintendo World, Miyamoto menegaskan dirinya tidak sepenuhnya berhenti mendesain game. Keterlibatanya dalam Pikimin bloom menjadi bukti ia masih bersedia turun tangan jika menmukan konsep yang menarik. Namun, ia mengakui skala produksi game moderen kini jauh lebih berat karena bisa melibatkan hingga 200 orang dalam satu proyek. Kondisi ini berbeda dari produksi film yang memiliki alur kerja prosedural untuk menjaga proses pembuatan tetap berjalan.
Di usianya yang sudah memasuki kepala tujuh, Miyamoto menaggapi pertanyaan seputar masa depan dengan santai. Pihak keluarganya bahkan sempat bertanya kapan ia akan berhenti bekerja.
”Di lokasi kerja, kamih bahkan sering bercanda, ‘Jangan kaget kalau besok saya mendadak kolaps, jadi pastkan kalian bisa jalan sendiri (tertawa).’ Saya cuma berharap kita semua bisa terus melangkah tanpa ada masalah,’ ujar Miyamoto mengenai harapannya untuk tetap aktif hingga sepuluh tahun kedepan.
Salah satu poin paling menarik dalam wawancara tersebut adalah pandangan Miyamoto mengenai Mii. Ia mengaku senang melihat makin banyak turis asing di Jepang yang antusias membuat Mii di Pikimin Bloom. Hal ini sekaligus menapik anggapan lama bahwa Mii tidak cocok untuk fitur wajah orang Barat.
Fenomena tersebut memicu idenya untuk menghubungkan ratusan Mii dari Akun Nintendo ke ranah yang luas. Miyamoto menyoroti efisiensi desain Mii yang hanya berukuran beberapa ratus byte berawal dari keterbatasan memori remot Wii pada masa lalu. Ukuran ini jauh lebih hemat dibanding avatar 3d moderen yang membutuhkan hingga bermegabyt.
”Bukankah menarik kalau di masa depan karakter Mii terhubung dengan ID pribadi orang-orang di seluruh dunia? Saya penasaran apakah hal itu bisa benar-benar terjadi.” ungkap Miyamoto sambil berseloroh bahwa ide ini terdengar seperti rahasia perusahaan yang ia sebarkan.



