Clair Obscur sendiri telah menjadi salah satu game Turn Based RPG yang bisa dikatakan laris manis hingga memenangkan berbagai penghargaan, namun ada cerita menarik di baliknya mengenai label gamenya.
Dilansir dari 4Gamer yang diterjemahkan oleh AUTOMATON West, mantan eksekutif PlayStation Shuhei Yoshida menceritakan pengalamannya saat menjadi advisor untuk Kepler Interactive.
Ia pernah menyarankan Sandfall Interactive agar tidak memasarkan Clair Obscur: Expedition 33 sebagai turn based RPG.
Yoshida membagikan cerita tersebut dalam sesi presentasi untuk developer indie di Busan Indie Connect Festival 2026, yang berlangsung di Korea Selatan pada 14 sampai 16 Agustus.
Dalam sesi yang membahas cara memilih publisher dan mempresentasikan game, ia juga membicarakan pengalamannya sebagai advisor untuk beberapa publisher. Saat ditanya seberapa besar publisher mengikuti tren, Yoshida menjelaskan bahwa jawabannya bergantung pada tahap pengembangan sebuah game.
Publisher yang mengambil proyek yang hampir selesai cenderung memperhatikan tren pasar, sementara publisher yang membangun game dari awal selama beberapa tahun biasanya tidak terlalu mengikutinya.
Menurut Yoshida, tren yang populer saat sebuah proyek dimulai bisa saja sudah tidak relevan ketika game tersebut akhirnya dirilis. Ia kemudian mengambil contoh dari pengalamannya bersama Clair Obscur: Expedition 33.
Sebagai advisor Kepler Interactive, Yoshida sempat memainkan demo game tersebut sekitar dua tahun sebelum rilis. Ia langsung terkesan dengan sistem combat yang memadukan mekanik turn based JRPG dengan input aksi real time.
Menurutnya, perpaduan tersebut mengingatkan pada The Legend of Dragoon, game yang pernah ia produksi saat masih bekerja di Sony.
Namun, Yoshida melihat bahwa turn based JRPG sedang dianggap kurang menarik pada periode tersebut. Karena itu, ia menyarankan Sandfall Interactive untuk tidak terlalu menonjolkan label turn based RPG dalam pemasaran game mereka.
“Game ini dibuat dengan sangat bagus, tetapi sebaiknya jangan menyebutnya turn based RPG. Label tersebut saja bisa membuat fans melewatkannya,” ujar Yoshida.
Sandfall Interactive kemudian menggunakan istilah seperti reactive turn based battles untuk menjelaskan sistem combat Clair Obscur: Expedition 33. Istilah tersebut dianggap lebih mampu menggambarkan perpaduan antara strategi turn based dan input real time yang menjadi ciri utama gamenya.
Setelah Clair Obscur: Expedition 33 sukses besar, Yoshida melihat perubahan dalam cara publisher memandang genre tersebut. Ia menyebut bahwa Kepler Interactive mulai menerima lebih banyak pitch untuk game turn based RPG.
Bagi Yoshida, pengalaman ini menjadi contoh bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari upaya mengikuti tren pasar. Sebuah game tetap bisa berhasil jika memiliki konsep kuat dan mampu menyampaikannya dengan cara yang tepat.
Bagaimana menurut kalian dengan saran Yoshida untuk tidak terlalu menonjolkan label turn based RPG? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame lainnya!





