Sleeping Dogs sendiri mungkin paling mudah kita kenali sebagai GTA versi Hong Kong. Game ini mengusung genre open-world action adventure dan menempatkan seorang polisi undercover sebagai karakter protagonis.
Dilansir dari VGC, Sequelnya memang pernah direncanakan, tetapi sempat dibatalkan. Meski begitu, Alastair Cornish selaku salah satu desainer game tersebut masih percaya bahwa kelanjutannya bisa dibuat suatu hari nanti, selama sejumlah faktor dapat bertemu pada waktu yang tepat.
Sleeping Dogs mendapat banyak respons positif, sementara rencana sequel-nya dibatalkan pada awal 2013. United Front Games kemudian mengembangkan spin-off daring berjudul Triad Wars. Proyek tersebut juga dibatalkan pada akhir 2015 setelah sempat melewati masa beta test.
Dalam wawancara bersama FRVR yang dikutip, Cornish mengaku kecewa dengan pembatalan Sleeping Dogs 2. Namun, ia tidak terlalu terkejut karena biaya pengembangan yang dibutuhkan cukup besar. Cornish kemudian menjadi VP of Design di Splash Damage, studio yang mengembangkan Gears Tactics.
“Rasanya sangat mengecewakan karena masih ada banyak ruang untuk dikembangkan, sementara kalian juga memiliki tim yang sangat bagus,” jelas Cornish.
“Namun, ketika membahas sebuah tim, kita harus benar-benar melihat posisi mereka. Di mana lokasi studionya? Berapa biaya operasionalnya? Seperti apa biaya sewanya?”
“Kita juga harus melihat seberapa mahal biaya sebuah tim dan apakah ada studio kompetitif di sekitar mereka yang mendorong kenaikan upah. United Front Games dan Vancouver merupakan contoh yang sangat jelas untuk situasi tersebut. Hal seperti ini sudah terjadi beberapa kali, ketika sebuah sequel sebenarnya mungkin dibuat, tetapi biayanya tidak lagi masuk akal.”
Cornish tetap percaya bahwa Sleeping Dogs bisa kembali suatu hari nanti. Namun, ia menilai proyek tersebut akan menjadi pekerjaan besar dan harus direncanakan dengan matang apabila benar-benar dikembangkan.
“Banyak orang menyukai game open world,” katanya.
“Namun, semuanya bergantung pada tingkat detail visual yang ingin dicapai dan pasar yang ingin dituju. Kita juga perlu melihat tools atau teknik apa yang dapat membantu menekan biaya development.”
“Dalam pengembangan game, jangan pernah mengatakan bahwa sesuatu benar-benar mustahil. Jadi, menurut saya, proyek itu masih bisa terjadi. Namun, berbagai faktornya harus berada di posisi yang tepat.”
“Kita membutuhkan orang-orang yang sangat bersemangat, memiliki banyak keahlian, serta sangat cermat dalam menentukan penggunaan anggaran. Mereka harus pintar dalam mengatur pengeluaran dan jujur kepada diri sendiri mengenai hal-hal yang berhasil maupun yang tidak.”
Cornish juga menyebut bahwa jika Sleeping Dogs 2 kembali menggunakan pendekatan open world, game tersebut harus benar-benar memanfaatkan format itu dengan baik. Menurutnya, developer perlu memberikan alasan yang jelas mengapa game tersebut harus berbentuk open world, bukan action adventure yang lebih linear.
“Kadang-kadang, kita harus bertanya: mengapa sebuah game perlu menjadi open world?” ujarnya.
“Ada game yang terasa memiliki terlalu banyak aktivitas berulang dan collectible, lalu menghadirkan dunia yang besar hanya demi memiliki dunia yang besar.”
Cornish merasa industri game sebelumnya sempat terjebak dalam perlombaan untuk membuat open world terbesar. Menurutnya, tren tersebut kini mulai ditinggalkan dan developer lebih memilih membuat dunia yang lebih terarah, dengan area serta aktivitas yang benar-benar punya fungsi.
Bagaimana menurut kalian dengan kemungkinan hadirnya Sleeping Dogs 2? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame lainnya ya!




