Southeast Asian Games Showcase Ungkap Berbagai Game Indie Asia Tenggara Terbaru!
Showcase ini terdapat banyak sekali game indie asal Asia Tenggara yang baru dan menarik!
Southeast Asian Games Showcase 2026 resmi ditayangkan pada 6 Juni 2026 sebagai bagian dari rangkaian acara Summer Game Fest.
Pameran ini menjadi panggung berskala global bagi sejumlah studio developer gamenya di Asia Tenggara untuk membagikan berbagai pengumuman terbaru mereka dimulai dari DLC baru, sekuel yang telah lama dinantikan, hingga pembaruan besar untuk game yang populer. Acara ini membuktikan perkembangan pesat yang terus didorong oleh industri game kawasan Asia Tenggara.
Salah satu sorotan utama datang dari karya Polychroma Games dan Maximum Entertainment, yakni Until Then. Visual novel yang sukses mencuri perhatian banyak pemain ini akan mendapatkan DLC berjudul Until Then: After Images. DLC ini dijadwalkan rilis pada tanggal 18 Juni 2026 untuk platform PlayStation 5, Xbox, Nintendo Switch, dan PC via Steam ini akan menghadirkan dua cerita pendek baru yang berfokus pada kehidupan Sofia dan Mark di masa dewasa, lengkap dengan kehadiran deretan karakter baru.
Sementara itu, Metronomik dan Shueisha Games memanaskan suasana dengan memperlihatkan cuplikan terbaru untuk No Straight Roads 2. Sekuel dari game aksi petualangan musik ini memamerkan karakter-karakter baru, sistem skill tree yang dapat dikustomisasi, serta cuplikan gameplay tambahan yang jauh lebih mendalam.
Kabar gembira juga hadir bagi para penggemar Kaiju, di mana Passion Republic Games mengumumkan DLC kolaborasi epik Gigabash: Ultraman Zero yang siap meluncur pada tanggal 9 Juli 2026. Tidak berhenti di situ, Gigabash juga dipastikan akan melakukan ekspansi ke layar yang lebih kecil melalui perangkat seluler. Versi mobile ini akan segera hadir di App Store dan Google Play, lengkap dengan ketersediaan berbagai DLC gratis maupun berbayar yang sebelumnya telah dirilis.
O.P. Neon Games juga membagikan pencapaian luar biasa untuk judul simulasi hit mereka, TCG Card Shop Simulator. Game ini sukses menembus angka penjualan 3,5 juta kopi di Steam dan Xbox Game Preview meski masih berstatus Early Access. Melalui cuplikan terbarunya, pihak pengembang menggoda kehadiran fitur yang sangat dinantikan oleh komunitas, yaitu permainan kartu Tetramon TCG yang dapat dimainkan secara penuh, sekaligus mengonfirmasi peluncuran versi 1.0 pada musim gugur 2026.
Tak hanya itu, Skrollcat Studio dan PM Studios juga memperlihatkan cuplikan gameplay segar dari Hoa 2. Sekuel dari game puzzle platformer yang menyentuh hati ini kini bertransformasi menjadi sebuah petualangan 3D, dengan tetap mempertahankan semangat serta nuansa emosional yang menjadi identitas dari judul pertamanya.
HO! Games dan Outersloth memamerkan game horor psikologis mereka, Am I Nima, melalui sebuah presentasi bergaya “Director’s Cut”. Sesi ini tidak hanya membahas inspirasi budaya di balik pengerjaannya, tetapi juga memperlihatkan sejumlah gameplay baru yang menyoroti berbagai tes dan tantangan mencekam yang belum pernah diungkap ke publik sebelumnya.
Dan masih banyak lagi game-game dari Asia Tenggara lainnya terutama game dari negeri kita Indonesia seperti WORK WORK WORK milik Toge Games, Kulo Niku dari Gambir Studio, serta Nol dari Tim Nol yang menjadi salah satu game dalam showcase ini.
Selengkapnya kalian bisa nonton recapnya dibawah ini atau jika kalian tertarik untuk menonton trailer gamenya secara terpisah, kalian bisa cek di channel YouTube milik SEA Games Showcase dibawah ini.
Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik dari entri yang di pamerkan di Southeast Asian Games Showcase? Follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame lainnya.
#southeastasiangames #indiegames #direktorigim




