SQUARE ENIX Akan Menutup SQUARE ENIX EXTREME EDGES Setelah 15 Tahun Lamanya
Kurasa memang sudah saatnya karena market juga sudah berubah.
Square Enix baru saja membagikan kabar yang cukup mengejutkan. Pada tanggal 9 Juli lalu, perusahaan ini mengumumkan penutupan SQUARE ENIX EXTREME EDGES, publisher khusus game luar negeri dari mereka. Keputusan ini sekaligus mengakhiri sejarah panjang label tersebut yang sudah beroperasi selama 16 tahun.

SQUARE ENIX EXTREME EDGES pertama kali beroperasi pada tahun 2010 dengan tujuan membawa berbagai judul game luar negeri ke pasar Jepang. Label ini punya peran besar dalam mempopulerkan banyak game Barat di Jepang, seperti seri Call of Duty dan Life is Strange. Beberapa franchise besar lain yang pernah mereka tangani di antaranya adalah Tomb Raider, Hitman, serta Deus Ex.
Keputusan Square Enix untuk menghentikan label ini karena perubahan kondisi pasar video game dan arus pelokalan yang masif. Dalam pengumuman resminya, Square Enix menjelaskan bahwa game luar negeri kini sudah diterima dengan sangat luas oleh pasar lokal. Oleh karena itu, mereka merasa tidak perlu lagi menggunakan istilah spesifik seperti yōge (istilah bahasa Jepang untuk game Barat) untuk mengkategorikan produk-produk tersebut.
Saat ini sebagian besar video game memang dibuat dengan target rilis global sejak awal pengembangan, game luar negeri kini menjadi jauh lebih mudah diakses. Kondisi industri saat ini membuat Square Enix merasa tidak perlu lagi mempertahankan label khusus maupun memberikan perlakuan berbeda untuk game-game buatan studio Barat.
Walaupun belum ada tanggal penutupan pasti yang diumumkan, Square Enix menyatakan mereka akan mulai menghentikan seluruh aktivitas media sosial untuk label tersebut secara bertahap.
Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian punya game favorit yang pernah dipublikasikan di bawah bendera SQUARE ENIX EXTREME EDGES? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita video game lainnya ya.



