Supermassive Games kembali melakukan perombakan internal besar-besaran yang cukup mengejutkan.
Studio di balik Until Dawn, The Quarry, dan The Dark Pictures Anthology ini berencana memutus hubungan kerja terhadap maksimal 75 karyawannya.
Dilansir dari Game Informer, studio asal Inggris tersebut saat ini sedang menjalankan proses konsultasi redundansi secara tertutup. Jumlah staf yang benar-benar terdampak masih akan ditentukan setelah seluruh proses evaluasi ini rampung.
Lewat pengumuman yang dibagikan melalui media sosial, Supermassive menjelaskan bahwa keputusan berat ini harus diambil demi menjaga keberlangsungan bisnis mereka. Pihak studio berjanji akan terus memberikan dukungan penuh kepada para staf yang terkena dampak selama masa konsultasi berlangsung.
"Kami telah mengambil keputusan sulit untuk memulai proses konsultasi redundansi, yang kami perkirakan akan mengakibatkan hilangnya hingga 75 rekan kerja kami. Ini merupakan langkah yang diperlukan untuk membantu memastikan keberlangsungan studio."
Supermassive mengakui bahwa situasi ini bakal menjadi fase yang sangat berat bagi seluruh pihak di dalam internal mereka. Oleh karena itu, kesejahteraan para staf yang terimbas pemotongan ini bakal diutamakan selama prosesnya berjalan.
Rencana PHK terbaru ini digulirkan hanya selang beberapa bulan setelah Supermassive melepas Directive 8020 pada Mei 2026 lalu.
Game horror tersebut awalnya direncanakan hadir pada Oktober 2025 sebelum akhirnya harus menelan pil pahit berupa penundaan panjang.
Mundurnya jadwal rilis tersebut rupanya juga diiringi dengan proses redundansi pada Juli 2025 silam. Gelombang pertama itu telah memakan korban sekitar 36 posisi penting di dalam tubuh Supermassive.
Mundur lebih jauh ke Februari 2024, laporan dari Bloomberg mencatat bahwa pihak studio juga sempat melakukan langkah perampingan serupa. Upaya restrukturisasi kala itu berdampak langsung terhadap sekitar 90 orang karyawannya.
Jika seluruh rekam jejak pengurangan tenaga kerja tersebut dijumlahkan, hampir 200 posisi berpotensi menguap dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun.
Angka akumulasi ini mencakup beberapa proses evaluasi berbeda, sehingga tidak serta-merta seluruh posisi tersebut dihapus dalam satu waktu yang sama.
Supermassive sebenarnya masih sangat aktif menggarap sejumlah game baru dalam beberapa tahun terakhir. Walau begitu, beberapa proyek terbarunya justru gagal mendulang respons kritikus setinggi karya-karya masterpiece mereka di masa lalu.
Directive 8020 tercatat hanya mampu meraup skor 72 di platform Metacritic. Sementara itu, Little Nightmares 3 mentok di skor 71 dan The Casting of Frank Stone terpuruk di angka 68.
Anjloknya performa dari berbagai judul terbaru ini diyakini menjadi salah satu pemicu goyahnya fondasi bisnis mereka. Hal inilah yang mendorong manajemen untuk kembali memangkas kapasitas tenaga kerjanya secara drastis.
Berbicara soal Until Dawn 2, proyek sekuel tersebut untungnya saat ini sudah dialihkan dan dikerjakan penuh oleh studio lain.
Alhasil, progres pengerjaan sekuel tersebut tidak akan terganggu karena sudah berada di luar campur tangan Supermassive Games.
Keputusan menyedihkan dari Supermassive ini seolah menambah kelam situasi industri gaming secara global. Gelombang PHK massal nyatanya masih terus menghantui berbagai studio developer lain sepanjang tahun ini.
Sepanjang 2026, banyak raksasa industri telah memangkas jumlah karyawan mereka dengan dalih efisiensi finansial. Battlefield Studios bahkan berani memecat staf mereka walau Battlefield 6 sempat menjadi judul terlaris sepanjang 2025 lalu.
Bungie juga baru saja merombak habis-habisan struktur tim yang menangani Destiny 2 akibat kondisi keuangan yang seret.
Di sisi lain, raksasa seperti Microsoft ikut memecat karyawan dalam skala besar sekaligus merombak operasional berbagai studio di bawah naungannya.
Walau Supermassive memprediksi angka pemangkasan hingga 75 orang, jumlah tersebut nyatanya belum berstatus final.
Proses konsultasi internal yang masih berjalan akan menjadi penentu akhir mengenai berapa banyak staf yang harus angkat koper.
Sampai saat ini, pihak studio belum mau buka suara mengenai divisi mana saja yang paling rawan tersapu oleh badai restrukturisasi ini.
Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian pernah memainkan game dari Supermassive Games? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita video game lainnya ya!




