GOG akhirnya mengejutkan kita semua dengan mulai menambahkan dukungan terhadap Rupiah sebagai mata uang di storefront mereka.
Bagi user di Indonesia, dukungan ini membuat proses melihat harga game menjadi lebih mudah. Mereka tidak lagi harus menghitung nominal USD secara manual atau memperkirakan biaya akhir berdasarkan kurs kartu debit, kartu kredit, maupun PayPal.
GOG sendiri sebelumnya sudah menambahkan dukungan mata uang lokal dan regional pricing untuk sejumlah wilayah lain, seperti Rumania, Hungaria, Afrika Selatan, Türkiye, serta Republik Ceko.
Indonesia kini tampaknya menjadi salah satu negara yang mulai mendapatkan perlakuan serupa. Walaupun Rupiah sudah hadir, belum ada informasi yang memastikan apakah dukungannya ini akan menghadirkan metode pembayaran lokal seperti GoPay, OVO, DANA, atau QRIS.
Belum Sempurna! Regional Pricing Rupiah di GOG Belum Berjalan, Harga Sempat Naik 100 Kali Lipat saat Checkout
UPDATE: Dengan perubahan ini, seluruh harga di storefront memang dapat dilihat langsung dalam Rupiah tanpa perlu menghitung ulang nominal USD berdasarkan kurs kartu atau PayPal.

Namun, dukungan Rupiah ternyata ini belum sama dengan regional pricing. Harga yang tampil nampaknya masih berupa hasil konversi dari mata uang asing, bukan penyesuaian berdasarkan kondisi ekonomi atau daya beli di Indonesia.
Artinya, game di GOG belum tentu menjadi lebih murah setelah harganya ditampilkan dalam Rupiah. Nominal yang terlihat bisa saja hanya mengikuti nilai tukar dari harga asli, sehingga perbedaan harga dengan Steam atau storefront lain tetap dapat terjadi.
Tak hanya itu, sistem ini juga masih belum berjalan sempurna. Seorang user Reddit bernama kyoya242 melaporkan adanya masalah ketika mencoba membeli Resident Evil HD Remaster melalui GOG.
Game tersebut terlihat memiliki harga sekitar Rp89.000 saat berada di storefront. Namun, ketika masuk ke halaman checkout, nominalnya sempat berubah menjadi Rp890.
Saat pembayaran akan diproses, harganya justru berubah lagi menjadi Rp8.900.000, atau sekitar 100 kali lipat dari harga yang seharusnya.
Laporan tersebut baru berasal dari satu user dan belum dapat dijadikan bukti bahwa seluruh transaksi GOG di Indonesia mengalami masalah yang sama.
Meski begitu, perubahan nominal pada tahap checkout menunjukkan bahwa sistem konversi atau pemrosesan harga IDR masih memiliki bug yang perlu diperbaiki.
Bagaimana menurut kalian? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame lainnya ya.






