Restrukturisasi Xbox kembali berdampak pada studio pengembang game. World’s Edge, tim yang menangani franchise Age of Empires, dilaporkan kehilangan hampir separuh anggota setelah berada di bawah Activision.
Dilansir dari GamesRadar+, Adam Isgreen, Creative Director World’s Edge, mengungkapkan bahwa dirinya termasuk dalam karyawan yang terkena PHK. Ia sebelumnya sudah bekerja di Microsoft selama 16 tahun.
“Saya kecewa karena masa saya bersama World’s Edge dan Age of Empires berakhir seperti ini, begitu juga dengan banyak rekan berbakat yang ikut terdampak,” tulis Isgreen melalui LinkedIn.
Isgreen juga menyebut timnya sebenarnya sudah memiliki sejumlah rencana untuk proyek berikutnya. Ia berharap anggota World’s Edge yang masih bertahan dapat melanjutkan pekerjaan studio tersebut pada masa mendatang.
Dalam unggahan lain di forum ResetEra, Isgreen menyebut “sedikit di bawah separuh” anggota World’s Edge telah kehilangan pekerjaan. Angka ini muncul setelah Xbox mengumumkan bahwa World’s Edge dan Rare akan dipindahkan dari Xbox Game Studios ke Activision.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Isgreen. Andrew Martz, Senior Software Engineer di World’s Edge, menyebut bahwa proyek berikutnya yang sedang dikerjakan tim telah dihentikan akibat perubahan struktur tersebut.
Belum ada detail mengenai proyek yang dihentikan itu. Xbox juga belum menjelaskan apakah proyek tersebut berkaitan langsung dengan game Age of Empires atau merupakan IP baru.
World’s Edge sebelumnya berperan dalam pengembangan dan pengelolaan franchise Age of Empires. Game terbaru dalam seri utama, Age of Empires IV, masih mendapatkan dukungan update dan konten tambahan, tetapi arah proyek berikutnya belum diketahui setelah perubahan organisasi ini.
Pemindahan World’s Edge menjadi bagian dari restrukturisasi Xbox yang juga menempatkan tim baru untuk mengembangkan Halo, serta memindahkan sejumlah tanggung jawab studio lain ke Activision. Restrukturisasi tersebut disertai penghapusan ratusan posisi di berbagai divisi Xbox.
Isgreen belum menjelaskan rencana kariernya setelah meninggalkan Microsoft. Ia hanya menyebut belum mengetahui langkah berikutnya, meskipun tetap terbuka untuk kembali mengerjakan game.
Menurut kalian, apakah World’s Edge masih bisa mempertahankan arah kreatifnya setelah kehilangan hampir separuh tim? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame lainnya!





