Video Game Bisa Bantu Lawan Rasa Kesepian?
Study yang menarik.
Diantara kita mungkin pernah merasa kesepian setelah berbagai hal terjadi, ntah karena berbagai hal buruk seperti kehilangan, dan lain lainnya. Dan disaat itu juga kalian mungkin kepikiran untuk kabur dengan bermain videogame. Tapi, apakah betul kalau videogame memang bisa membantu melawan rasa kesepian?
Dilansir dari Niche Gamer, ada sebuah studi baru yang dipublikasikan di Journal of Medical Internet Research Serious Game menemukan bahwa pemain video game open-world seperti The Legend Of Zelda: Breath of the Wild dan video game ramah keluarga seperti Yoshi’s Crafted World ternyata melaporkan tingkat kesepian yang lebih rendah dan ketahanan emosional yang lebih tinggi dibanding non-pemain, berdasarkan survei terhadap lebih dari 2.200 orang dewasa.
Peneliti menyebut bahwa Breath of the Wild yang mendorong eksplorasi dan pemecahan masalah secara mandiri dapat memperkuat sifat-sifat yang terkait dengan ketahanan emosional, sementara Yoshi’s Crafted World yang lebih santai dan penuh warna berperan sebagai “comfort game” yang membantu pemain pulih dan mengisi ulang energi emosional mereka.
Temuan ini memang menantang asumsi umum mengenai alasan orang bermain video game. Video game sering kali digambarkan sebagai bentuk pelarian dari dunia nyata. Namun, penjelasan tersebut keberadaannya tidak sepenuhnya menangkap alasan mengapa videogame justu memiliki dampak yang kuat. Keterampilan yang dipraktikkan di dalam game mungkin tidak secara langsung berlaku untuk setiap situasi di dunia nyata, tetapi dalam proses psikologis yang mendasarinya sering kali memiliki kesamaan.
Meskipun temuan ini bernilai positif, ada pentingnya untuk tidak menyimpulkan poinnya secara berlebihan. Studi ini sifatnya lintas seksi, yang berarti pengamatannya meneliti hubungan yang sudah ada tanpa melacak perubahannya dari waktu ke waktu. Sebagai hasilnya, peneliti tidak dapat memastikan bahwa bermain video game secara langsung menyebabkan penurunan tingkat kesepian pada pesertanya. Ada kemungkinan juga kalau orang yang secara alami lebih tangguh dan stabil secara emosional, memang lebih cenderung menikmati jenis permainan ini. Penelitinya juga menekankan kalau video game penggunaannya tidak boleh dilihat sebagai pengganti hubungan yang bermakna atau dukungan kesehatan mental profesional.
Penelitian saat ini pendekatannya semakin mengeksplorasi kontribusi yang dapat diberikan oleh video game, tanpa mengabaikan potensi masalah yang mungkin ditimbulkannya. Pengaruhnya akan selalu bergantung lagi ke setiap individu baik dari caranya maupun perannya.
Bagaimana menurut kalian dengan studi ini? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame terkini.






