Village in the Shade sudah tersedia untuk Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, PlayStation 5, dan PC. Farming sim bergaya hand-painted ini mengajak kalian tinggal di Kagatsu, desa pegunungan Jepang yang menyimpan berbagai rahasia.
Kalian bisa menanam crop, memancing, berburu, mendekorasi rumah, serta mengumpulkan resource untuk membuat pagar dan berbagai item lain. Furniture juga dapat dibeli di kota untuk membuat rumah terasa lebih nyaman.
Kagatsu punya beberapa aktivitas santai seperti festival musim panas dan melihat bunga sakura bersama tetangga. Kalian juga bisa bersantai di dekat sungai, berjalan-jalan di kota, serta membangun hubungan dengan para penduduk.
Ada beberapa aturan yang perlu dipatuhi selama tinggal di desa tersebut: jangan berbicara dengan orang asing, jangan meninggalkan desa, dan jangan keluar rumah saat malam.
Melanggar aturan dapat membawa kalian menuju bagian Kagatsu yang seharusnya tidak diketahui. Kalian bisa mencari tahu rahasia desa tersebut, tetapi keputusan itu memiliki risiko tersendiri.
Bagi kalian yang tidak terlalu kuat dengan elemen horror, Village in the Shade menyediakan mode Village in the Sunshine. Mode ini membuat kalian tidak bisa melanggar aturan, sehingga aktivitas bertani, berburu, dan memancing dapat dinikmati tanpa perlu menghadapi bagian horror dari desa tersebut.
Village in the Shade tersedia di Nintendo eShop, PlayStation Store, dan Steam dengan harga patokan £49,99. Namun, khusus untuk region Indonesia, kalian bisa membelinya di Steam dengan harga yang disesuaikan menjadi Rp449.990. Tersedia juga paket khusus Limited Edition seharga US$89,99 yang berisi game utama, collector’s box, art book, original soundtrack, acrylic block, serta satu set metal pin.
Bagaimana menurut kalian dengan farming sim yang menyimpan sisi horror di balik kehidupan desa yang nyaman ini? Jangan lupa follow DirektoriGim agar selalu update dengan berita video game lainnya!








