Warhorse Studios mengungkap bahwa mereka menjadi target serangan siber. Studio di balik Kingdom Come: Deliverance 2 tersebut menyebut serangan itu melibatkan akses tanpa izin ke sistem dan data internal mereka.
Dilansir dari GamesRadar+, Warhorse sedang bekerja sama dengan ahli cybersecurity untuk mengamankan sistem, menyelidiki insiden, serta menilai dampak yang ditimbulkan.
Dalam pernyataannya, Warhorse mengatakan bahwa mereka juga berkoordinasi dengan pihak berwenang selama proses investigasi berlangsung.
CEO Warhorse Studios, Martin Frývaldský, menyebut serangan tersebut sebagai insiden serius bagi studio dan semua pihak yang terdampak.
“Prioritas kami saat ini adalah mengamankan sistem, mengetahui sejauh mana pelanggaran ini terjadi, serta mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi karyawan, partner, dan komunitas kami,” ujar Frývaldský.
Warhorse belum menjelaskan apakah data karyawan atau informasi proyek mereka telah disebarkan secara online. Studio tersebut juga belum mengungkapkan seberapa luas akses yang didapat pihak penyerang.
Warhorse menjadi studio game terbaru yang mengalami serangan siber. Sebelumnya, Rockstar Games menghadapi serangan pada 2022 yang menyebabkan footage awal GTA 6 tersebar. Insomniac Games juga mengalami serangan pada 2023 yang berujung pada pencurian data pribadi karyawan dan penyebaran gameplay awal Marvel’s Wolverine.
Warhorse saat ini diketahui sedang mengerjakan game Kingdom Come berikutnya serta RPG open world Lord of the Rings. Menurut laporan sebelumnya, game Kingdom Come berikutnya berpotensi rilis paling cepat pada April 2027, meski jadwal tersebut belum menjadi pengumuman rilis resmi dari Warhorse.
Bagaimana menurut kalian dengan serangan siber yang menimpa Warhorse Studios? Jangan lupa follow DirektoriGim agar selalu update dengan berita video game lainnya!





