WolfenStein 3D | Buyut dari First Person Shooter
RetroGim artikel tentang seputar Video Game Jadul
Jika kita berbicara permainan First Person Shooter (FPS), Banyak dari gamer sekarang ini, ataupun kalian yang membaca ini, pasti gak jauh-jauh dengan game FPS ternama seperti Call Of Duty, Battlefield, Counter Strike, atau kalian adalah gamer FPS lawas yang identic dengan game-game warnet lokal terdahulu macam Point Blank dan Crossfire.
Dan tak heran kalau genre tersebut sudah menjadi genre yang mainstream untuk di skala kompetitif, hingga merambah ke ranah Esport sekaligus. Tapi jauh sebelum genre FPS menjadi genre permainan competitive. Dulu genre FPS masih selayaknya permainan individual yang juga tergolong eksperimental pada kala itu dan sangat sedikit pula game yang diakui sebagai pelopor di genre tersebut.
Dan salah satu pelopor yang berhasil merevolusikan genre FPS saat itu, ialah Wolfenstein 3D.
Wolfenstein 3D adalah game First Person Shooter yang dikembangkan oleh id Software dan diterbitkan lewat 2 publisher. yaitu Apogee Software dan FormGen, pada 5 Mei tahun 1992 lewat platform MS-DOS.
Dan jika berbicara Id Software, mereka adalah developer game yang sudah mengembangkan game-game ternama dan bahkan sudah membuat franchise besar hingga saat ini. Seperti Doom, Quake, dan tentunya Wolfenstein.
Namun menariknya jauh sebelum nama Doom muncul di ranah industry video game. Wolfenstein 3D adalah sang pendahulunya dan sekaligus game yang melahirkan genre FPS. Tak hanya melahirkannya saja, tetapi juga merevolusikan permainan FPS hingga saat ini.
Dan menariknya lagi kalau Wolfenstein 3D menjadi salah satu game yang berhasil mempresentasikan konten kekerasannya. Karena pada masa itu, tidak banyak game yang berani mengemas konten tersebut dengan cukup brutal. Seperti menembak musuh dengan senjata, dan memperlihatkan darah serta organ-organ tubuh yang hancur setelah ditembakin.
Namun hebatnya Id Software, mereka berhasil membawa konten tersebut dengan spektakuler lewat Wolfenstein 3D ini. Dan berkat kontroversi tersebutlah yang membuat genre FPS mulai banyak dimininati, dan sekaligus langkah pertama Id Software untuk membawa genre FPS ke jenjang yang lebih lanjut.
PLOT :
Mengenai plot yang hadir di game ini menceritakan seorang mata-mata dari Amerika yang bernama B.J Blazkowicz yang sedang menginvestigasikan markas Nazi yang berada di tengah perang dunia kedua.
Tetapi sayangnya Blazkowicz telah ditangkap oleh tentara Nazi dan memenjarakannya di kastil Wolfenstein. Namun ternyata, kalau penangkapan tersebut adalah rencana awal Blazkowicz untuk mengetahui infomasi Nazi secara lebih lanjut. Dan darisinilah, dimulainya petualangan Blazkowicz untuk melawan para Nazi dan sekaligus kabur dari kastil Wolfenstein.

Visual :
Visual atau grafis yang ditampilkan Wolfenstein 3D, memadukan grafis 3D dan 2D format 64-bit yang solid untuk masa itu. Kalau dilihat sekilas, permainan Wolfenstein 3D ini hampir sepenuhnya 2D. Tapi kalau kita lihat lebih jelas lagi, game ini sebenarnya juga menghadirkan visual 3D yang mungkin tidak banyak pemain yang menyadari.
Dengan tampilan pixel yang solid, kehadiran karakter yang unik, animasi permainan yang menarik, dan berbagai efek sederhana yang tampil cukup baik untuk menambah suasana permainannya dengan intens. Salah satu daya tarik yang diberikan game ini, ialah menampilkan konten kekerasan yang cukup brutal.
Karena setiap kita mengalahkan musuh dengan menggunakan senjata yang ada. Kita akan diperlihatkan reaksi, serta animasi musuh tertembak dengan mengenaskan. Seperti pecikan darah dan beberapa organ tubuh yang hancur. kedengarannya cukup sadis. Tapi di sisi lainnya, hal ini justru menjadi daya tarik terbaiknya.
Namun satu keluhan yang Penulis terima di game ini, ialah level design yang agak repetitive. Karena hampir keseluruhan level design di game ini memiliki layout design yang sama dan hanya sedikit yang berbeda saja.
Dan kalo boleh jujur, hanya di Wolfenstein 3D ini saja kalau Penulis merasa mual disaat kembali memainkan gamenya lagi. Mungkin salah satunya isunya, ialah dari Saturnasi warna dan warna palet di game ini yang tampil terlalu mencolok untuk dilihat lewat layar LCD dan LED, dan level design yang Claustrophobic. Dan hal inilah yang mungkin membuat Penulis jadi kurang nyaman disaat memainkan gamenya, terutama di waktu yang lumayan lama.

GAMEPLAY :
Untuk di Gameplay, masih selayaknya game 3D First Person Shooter pada umumnya. Karena game ini adalah game pendahulunya Doom, tentu Wolfenstein 3D masih memberikan kesan yang selaras dengan permainan Doom yang mungkin kalian familiar.
Hanya saja di game ini kita akan melawan manusia berupa tentara Nazi yang ada di bumi, ketimbang melawan alien, monster, atau iblis yang ada di planet lain. terlebihnya lagi aspek gameplay di Wolfenstein 3D terasa lebih sederhana dan simpel secara tahapan permainannya, tetapi juga menantang disaat yang sama.
Namun perlu kami tekankan, meski lebih simpel dan sederhana. kita tidak bisa pungkiri bahwa Wolfenstein 3D ini tergolong sebagai game yang sangat lawas dan juga terasa ketinggalan jaman untuk di segi mekanik kontrollernya.
Tidak seperti mekanik game FPS pada umumnnya yang dikenal lewat mekanik pergerakkan WASD yang sudah banyak di familiarkan oleh kalangan gamer FPS. di Wolfenstein 3D kita disajikan 2 metode. yaitu memakai Mouse sepenuhnya, atau memakai Keyboard sepenuhnya.
Tentu di game ini kita juga dapat mengatur layout kontrollernya dengan metode WASD sebagai pergerakannya, dan Mouse untuk di kamera. namun sayangnya metode tersebut terasa Clunky dan belum begitu ideal ketika penulis mencobanya langsung yang berakhir tidak nyaman.
Namun terlepas dari itu semua. jika kalian berusaha untuk beradaptasi dengan mekanik permainannya dengan baik, Wolfenstein 3D tetap adalah game FPS yang solid dan cukup seru untuk dimainkan.
Semakin tinggi level, maka semakin sulit pula tantangan yang disajikannya. tidak hanya itu saja, game ini juga menghadirkan beragam puzzle yang simpel, hingga boss battle sekalipun.
Menariknya di Wolfenstein, kita juga dapat menemukan beragam senjata yang hadir di game ini. seperti minigun, shotgun, rifle, dll. Dan ditiap senjata yang berbeda juga memiliki keunggulannya masing-masing. dan tentu hal inilah yang membuat pengalaman bermain Wolfenstein 3D jadi semakin menarik. Karena dengan menembak musuh-musuh yang ada dengan senjata yang berbeda, adalah sebuah kepuasan tersendiri.

KESIMPULAN :
Wolfenstein 3D adalah game klasik ikonik yang merevolusi genre FPS pada masanya. meski tidak sebesar atau sepopuler adiknya, yaitu Doom. kehadiran Wolfenstein 3D ini tetap sangatlah penting untuk industri game dan bagaimana Id Software akan membawa genre ini dimasa mendatang yang akan menjadi lebih besar lagi, hingga mengubah genre FPS ke jenjang yang lebih lanjut.
Memainkan kembali Wolfenstein 3D di masa kini adalah pengalaman yang unik dan cukup seru untuk dimainkan. dan memang game ini sudah tergolong lawas pada masanya yang sudah berusia 30 tahun lamanya, apalagi dengan mekanik dan fitur yang terasa ketinggalan jaman.
Tapi terlepas dari itu semua. tanpa Wolfenstein mungkin kita tidak akan mendapat Doom atau game-game FPS lainnya yang keren-keren di masa kini. Game pertamanya memang sudah menjadi produk di masa itu saja. tetapi untuk di warisan selanjutnya, yang justru berakhir melahirkan banyak franchise game FPS ternama. bahkan dari Id Software pun tetap melanjutkan warisan Wolfenstein dan tentunya Doom di masa mendatang sebagai mahakarya FPS terbaiknya.
Dan itulah kenapa, kami menyebut Wolfenstein 3D adalah Buyut dari First Person Shooter
~ Bagaimana menurut kalian mengenai artikel RetroGim kami? jika tertarik, kalian bisa subscribe kami di Substack, atau subscribe channel YouTube kami, DirektoriGim.
#wolfenstein #idsoftware #gaming #fps #doom









