Xbox Bakalan Memulai Babak Baru Dengan Restrukturisasi Besar-Besaran!
Wah, nampaknya mereka bakalan serius nih!
Dilansir dari Gematsu, CEO Xbox Asha Sharma bersama Executive Vice President sekaligus Chief Content Officer Matt Booty membagikan memo internal kepada seluruh karyawan yang membahas 100 hari pertama kepemimpinan baru mereka sekaligus rencana “Xbox Reset” untuk memperkuat bisnis di masa depan.
Dalam memo tersebut, keduanya mengakui bahwa Xbox berhasil mencatat sejumlah kemajuan selama 100 hari terakhir. Tim Xbox disebut telah merilis lebih banyak pembaruan dibandingkan satu tahun sebelumnya, jumlah mitra aktif terus bertambah, sementara Game Pass kembali mencatat pertumbuhan setelah mengalami penurunan selama lebih dari delapan bulan.
Xbox juga menyoroti keberhasilan penyelenggaraan Xbox Games Showcase dan kembalinya FanFest, serta menegaskan bahwa pemain masih dapat mengharapkan kehadiran game eksklusif setiap tahun, termasuk Gears of War: E-Day pada 2026 dan Clockwork Revolution pada 2027. Namun di balik berbagai pencapaian tersebut, memo tersebut mengungkap kondisi bisnis yang cukup mengkhawatirkan. Xbox diperkirakan hanya akan menutup tahun fiskal dengan margin sekitar 3%, sementara pendapatan inti perusahaan justru mengalami penurunan meski telah menginvestasikan lebih dari 20 miliar dolar AS dalam lima tahun terakhir, di luar akuisisi Activision Blizzard King.
Selain itu, Xbox juga menghadapi krisis komponen perangkat keras. Harga komponen penyimpanan untuk konsol disebut telah melonjak lebih dari lima kali lipat dibanding dua tahun lalu, sehingga perusahaan kesulitan memenuhi permintaan pasar. Situasi ini mendorong Xbox untuk mencari model bisnis dan kemitraan baru bagi lini perangkat kerasnya, sembari tetap melanjutkan proyek Helix. Memo tersebut juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap sistem studio internal. Xbox menilai jaringan studionya kini terlalu besar setelah berbagai strategi ekspansi sebelumnya, sehingga perusahaan perlu menyeimbangkan kembali investasi antara waralaba besar, IP baru, serta konten eksklusif pihak pertama dan ketiga untuk lima tahun ke depan.
Di sisi lain, infrastruktur platform Xbox juga dinilai terlalu kompleks dan bergantung pada banyak vendor eksternal. Ke depannya, mereka akan berencana membangun sistem yang lebih mandiri agar pengembangan layanan, perangkat keras, PC, mobile, dan cloud gaming dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Sejalan dengan memo tersebut, laporan Bloomberg juga menyebut Xbox akan menyiapkan gelombang PHK besar-besaran setelah tahun fiskal berakhir pada akhir Juni, termasuk pemangkasan di divisi pemasaran dan sejumlah departemen lainnya.
Melalui pesan penutupnya, Sharma dan Booty menegaskan bahwa Xbox akan memulai fase baru untuk membangun perusahaan game dan hiburan yang lebih kuat dengan tetap menempatkan pemain sebagai fokus utama.
Bagaimana menurut kalian? Follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame lainnya ya!



