Yoshinari Kitase: Pengembangan Kingdom Hearts Sempat Memecah Fokus Tim Final Fantasy X
Ok, that was surprising enough.
Yoshinori Kitase baru-baru ini membagikan cerita menarik di balik proses pengembangan Final Fantasy X.
Melalui sebuah wawancara dalam portal site Final Fantasy, ia mengungkapkan bahwa tahapan awal pembentukan tim untuk Final Fantasy X ternyata berjalan cukup sulit. Salah satu penyebab utamanya adalah berjalannya proyek raksasa lain dari Square (sekarang Square Enix), yaitu Kingdom Hearts.
Setelah bekerja sama secara erat dan sukses menciptakan Final Fantasy VII serta Final Fantasy VIII, Kitase dan Tetsuya Nomura harus berbagi jalan. Nomura ditugaskan untuk memegang kendali penuh atas proyek Kingdom Hearts yang saat itu baru mulai dikerjakan.
Meskipun Nomura tetap berkontribusi dalam Final Fantasy X sebagai desainer karakter, prioritas utamanya sepenuhnya beralih untuk Kingdom Hearts. Tidak hanya Nomura, sebagian staf lain dari Square juga dipindahkan ke proyek kolaborasi bersama Disney tersebut, yang pada akhirnya membuat tim pengembang Final Fantasy X terpecah.
Kondisi formasi yang terpecah ini memaksa Kitase mencari jalan keluar dengan cepat. Langkah pertama yang harus ia selesaikan adalah mencari orang baru yang mampu memimpin tim untuk menangani bagian 3D.
Mengingat game ini dikembangkan untuk konsol PlayStation 2 yang memiliki spesifikasi jauh lebih tinggi di masanya, mereka membutuhkan talent yang ahli dalam menangani 3DCG motion graphic, visual dari background, hingga rancangan model karakter.
Untuk mengatasi kekosongan tersebut, Kitase memilih untuk mempromosikan staf yang sudah pernah bekerja sama dengannya di proyek-proyek sebelumnya agar menangani kunci utama dalam aspek gamenya. Selain itu, pengerjaan visual dalam game ini sangat terbantu oleh beberapa sosok veteran seperti Yusuke Naora yang tetap dipertahankan di dalam tim.
Di sisi lain, Takashi Tokita yang juga merupakan tokoh senior di Square membagikan pandangannya. Pada masa itu, fokus studionya memang sedang bergeser kuat ke franchise Final Fantasy, dengan tiga judul berbeda yang sedang dikerjakan secara bersamaan. Alokasi sumber daya manusia benar-benar disebar ke berbagai proyek, membuat antartim jarang memiliki waktu untuk sekadar berkumpul.
Cerita ini memberikan gambaran betapa dinamisnya pergerakan staf di dalam Square pada era transisi menuju PlayStation 2. Kingdom Hearts dan Final Fantasy X pada akhirnya berhasil melewati masa krisis tersebut dan sama-sama menjadi mahakarya klasik yang masih sangat dicintai banyak fans hingga hari ini.
Bagaimana menurut kalian dengan masa lalu pengembangan di balik Final Fantasy X dan Kingdom Hearts ini? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita video game lainnya!






