Nintendo membagikan detail pengembangan The Legend of Zelda: Ocarina of Time untuk Nintendo Switch 2. Salah satu keputusan yang diambil tim adalah menghapus warp point tambahan setelah pengujian menunjukkan bahwa fitur tersebut membuat player melewatkan berbagai pertemuan kecil dan detail di sepanjang perjalanan.
Dilansir dari Noisy Pixel, pembahasan tersebut berasal dari wawancara Ask the Developer bersama director HokWai Ng, art director Aya Shida, program director Hiroki Taguchi, dan music lead Masato Ohashi. Eiji Aonuma serta Hidemaro Fujibayashi bertindak sebagai producer.
Sejak awal development, tim menetapkan prinsip bahwa visual Ocarina of Time boleh berubah, tetapi pengalaman bermainnya harus tetap terasa familiar. Struktur game ini juga sengaja dipertahankan karena berbeda dari eksplorasi bebas yang digunakan dalam Breath of the Wild dan Tears of the Kingdom.
Aonuma sempat meminta tim menambahkan warp point di berbagai lokasi Hyrule supaya perjalanan melintasi area yang luas bisa berlangsung lebih singkat. Setelah diuji, jalan pintas tersebut justru membuat player melewatkan pertemuan kecil dan detail yang dirancang di sepanjang rute.
Tim akhirnya menghapus warp point tambahan tersebut. Keputusan ini menunjukkan bahwa perjalanan dari satu lokasi ke lokasi lain tetap dianggap sebagai bagian penting dari pengalaman Ocarina of Time, bukan sekadar waktu tunggu sebelum sampai ke tujuan.
Dari sisi visual, Aya Shida menjelaskan bahwa tim ingin mempertahankan atmosfer original yang sedikit mengusik, sambil membangun ulang character dan environment dengan detail yang sesuai untuk hardware modern. Dalam pembahasan sebelumnya, Eiji Aonuma juga menjelaskan alasan di balik visual semirealistis Ocarina of Time Remake.
Konsep awalnya mengambil inspirasi dari pertunjukan boneka dan film yang menggunakan practical effects. Tim juga bereksperimen agar character yang sudah dikenal tetap mudah dikenali ketika ditempatkan di dalam environment yang jauh lebih detail.
Para artist bahkan meneliti material fisik untuk menentukan tampilan pakaian Young Link. Mereka mempelajari tekstil bersejarah dan mencoba membuat kain sendiri untuk membayangkan bagaimana pakaian tersebut mungkin dibuat oleh anak-anak di Kokiri Forest.
Perhatian serupa diterapkan pada vegetasi, pencahayaan, serta landmark yang terlihat dari kejauhan. Area yang tidak dapat dijangkau juga mendapat level of detail yang disesuaikan supaya player bisa membedakan lokasi yang dapat dieksplorasi dari latar belakang.
HokWai Ng juga menyebut bahwa ilustrator peta dari game Nintendo 64 original kembali untuk membuat peta baru bagi remake ini. Bagian ketiga dan keempat wawancara Ask the Developer akan diterbitkan pada 3 November.
The Legend of Zelda: Ocarina of Time akan dirilis secara eksklusif untuk Nintendo Switch 2 pada 5 November 2026.
Bagaimana menurut kalian dengan keputusan tim menghapus warp point tambahan dari Hyrule? Jangan lupa follow DirektoriGim agar tetap update dengan berita videogame lainnya!





